Jakarta, Baritasato.com akan terus membahas Undang -Undang 2004 No. 34 tentang UU 2004 No. 34 tentang Undang -Undang 2004 No. 34 sekitar Senin (03/17/2025) pada hari Senin (03/17/2025) pada hari Senin (03/17/2025) pada hari Senin (03/17/2025) pada hari Senin (03/2025).
Read More : Dipesan 3.000 Orang, Xpeng Siap Produksi Mobil Listrik Pengangkut Pesawat Mini pada 2026
Menurut Intra, anggota DPR mengatakan, “Pada hari Senin, itu akan dibahas lagi di Parlemen.”
Debat ini merupakan kelanjutan dari partai yang diselenggarakan oleh undang-undang TNI bertenaga Panj di sebuah hotel di daerah Senian Jakarta pada 14-15 Maret 2025. Fokus untuk membahas revisi hukum TNI
Menurut Amelia, debat ini akan mengatur prioritas dalam prinsip superioritas perkotaan, pada saat yang sama TNI akan mengadopsi aspirasi masyarakat dalam revisi hukum.
“RUU ini lebih suka keunggulan warga negara biasa,” katanya. Parlemen dan pemerintah sangat baik pada aspirasi masyarakat, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. “
Sebelumnya, anggota Komisi DPRITB Hassanuddin, 40 % dari 92 daftar masalah dalam meninjau hukum TNI (DIM) dibahas dari 14 Maret 2025.
“Debat ini termasuk usia pensiun, pasukan dan posisi yang dapat diisi dengan anggota TNI di kementerian atau lembaga,” katanya. Persyaratan transparansi oleh masyarakat sipil
Di sisi lain, koalisi masyarakat sipil menyerukan reformasi di sektor keamanan untuk secara terbuka membahas undang -undang TNI.
Read More : Perdamaian dan Persatuan Jadi Misi Paus Fransiskus ke Indonesia
“Debat ini tidak tepat, karena ditutup,” kata Ander Younis, wakil koordinator orang hilang dan korban.
Aliansi percaya bahwa debat tertutup bertentangan dengan prinsip transparansi dan partisipasi publik.
Setelah menerima persetujuan pada pertemuan DPR pada 18 Februari 2025, revisi undang -undang TNI bergabung dengan Program Legislatif Nasional 2025 (Prolanis).
Dasar dari proposal revisi ini adalah 13 Februari, Surat Presiden 2025 Nomor R12/Press/02/2025, yang mengulas TNI sebagai proposal tindakan pemerintah.