Jakarta, Beritasatu.com – Panglima TNI Agus Subiyanto mengaku masih mengkaji masalah peretasan data Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Agus mengatakan, penilaian dimulai dari rekrutmen sumber daya manusia (SDM) TNI yang paham teknologi informasi (IT).

Read More : Jokowi Pemimpin Korup Versi OCCRP, Ketum Relawan Joman: Opini Sesat dan Ngawur

Makanya kita evaluasi. Evaluasi sumber daya manusianya, mungkin alatnya juga harus bagus, kata Agus Subiyanto di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (10/10/2024).

Menanggapi hal tersebut, Agus berencana membuat rekrutmen khusus personel TNI untuk ditempatkan di satuan siber TNI. Salah satu syaratnya adalah memiliki pengetahuan dan minat di bidang ilmu komputer sejak bangku sekolah, baik SMA maupun Universitas.

“Jadi doktrinnya kita ubah, lalu SOPnya. Kita harus mulai dengan rekrutmen personel siber, mereka harus punya kemampuan komputer sipil. unit siber.” jelas Agus.

Agus menjelaskan, jabatan tersebut bukan bintara umum, bintara umum, atau perwira tinggi. Oleh karena itu, ke depan Agus akan membuka rekrutmen khusus.

Read More : KPK Klaim Sudah Kaji Potensi Korupsi Tambang Nikel di Raja Ampat

“Iya pertama-tama kita mau lakukan dari SDM, kalau SDMnya bagus. Saya kira tidak ada masalah,” tutupnya.

Sebelumnya, akun @FalconFeedsio X mengunggah data BAIS yang diretas oleh hacker MoonzHaxor. Unggahannya, “Badan Intelijen Strategis (Badan Intelijen Strategis Militer Indonesia) bocor!” telah ditulis

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *