JAKARTA, BERITASATU.COM – Komandan TNI Agus telah terungkap bahwa pemilihan regional 2024 memiliki kompleksitas yang lebih tinggi daripada pemilihan presiden 2024.
Read More : Kasus Dana Hibah Jatim, KPK Endus Penyimpangan Pengadaan Sapi hingga Ikan
“Situasi sebelum pemilihan tahun 2024 sampai pasangan kandidat sangat dinamis, menyebabkan pemilihan masa depan memiliki kompleksitas yang lebih besar dibandingkan dengan pemilihan presiden,” kata Agus di ruang pertemuan komisi, Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Senin (25/25/2024).
Agus mengatakan TNI terus berkoordinasi dengan beberapa bagian, termasuk Bawaslu untuk menganalisis dan mengantisipasi potensi kerentanan dalam pemilihan 2024.
“Pada tingkat kerentanan yang tinggi, ada empat provinsi, tingkat kerentanan adalah 23 provinsi dan kerentanan rendah di 10 provinsi. Kerentanan dibagi menjadi tiga konteks utama, yaitu kebijakan sosial, jaminan sosial dan domestik,” katanya.
Selain itu, Agus juga mengatakan TNI netral dalam pemilihan 2024. Oleh karena itu, katanya, semua tentara TNI yang maju dalam pemilihan 2024 ditolak. Alasannya adalah bahwa seorang prajurit TNI tidak boleh terlibat dalam politik praktis.
Read More : Kasus Timah, Kejagung Periksa Adik Harvey Moeis
“Ya (tentara TNI), mereka meninggalkan. Sudah, karena jika tentara TNI tidak diizinkan menjadi kebijakan praktis,” kata Agus.
Selain itu, Agus meyakinkan bahwa TNI netral dalam pemilihan regional 2024 ini. Meskipun ada kandidat regional yang berasal dari institusi mereka. Diketahui, ada 34 tentara TNI yang maju dalam pemilihan 2024.