Surabaya, Beritasatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan keprihatinannya terhadap terjadinya gempa bumi besar di Indonesia, apalagi Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki risiko bencana alam yang tinggi.
Read More : Cak Imin Pastikan Sekolah Rakyat di Indramayu Siap Mulai Juli 2025
Amin Widodo, ahli geologi Institut Teknologi Sepula (ITS) Surabaya, mengatakan megathrust merupakan gempa bumi akibat tumbukan lempeng dengan kedalaman 0-70 kilometer (km). Gempa bumi megathrust disebabkan oleh gesekan antar lempeng pada saat lempeng bergerak.
Selain itu, Indonesia dikelilingi oleh tiga lempeng yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Samudera Hindia. Lempeng-lempeng ini akan terus bergerak dan tenggelam di permukaan bumi selama jutaan tahun. Pergerakan lempeng yang terus-menerus akan menyebabkan penumpukan energi yang dapat menyebabkan gempa bumi.
Pergerakan lempeng tektonik akan berlangsung dua hingga sepuluh sentimeter per tahun. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh tumbukan lempeng samudera Indo-Australia dengan lempeng Eurasia. Tabrakan dua lempeng kemungkinan besar akan menimbulkan gempa megathrust.
โPeristiwa gempa megathrust dapat berdampak pada banyak wilayah di Indonesia, antara lain pesisir barat Sumatera, pesisir selatan Jawa, pesisir selatan Bali dan Nusa Tenggara, Pulau Maluku, Maluku Utara, pesisir utara dan timur Sulawesi. .Amin Pada Minggu (18/8/2024), kata Widodo, lempeng tektonik bergerak di sepanjang pantai utara Papua sehingga menyebabkan gempa bumi โyang akan terus bergema di wilayah tersebut.โ
Read More : Polisi Diminta Tak Ikut Campur dalam Ekshumasi Afif Maulana
Amin Widodo menambahkan, aktivitas gempa yang terjadi di zona megathrust tidak selalu berkekuatan besar. Hasil pantauan BMKG menunjukkan gempa kecil lebih sering terjadi di zona megathrust. Kapan gempa ini akan terjadi tidak bisa diprediksi sehingga masyarakat tidak perlu panik.
โSalah satu upaya untuk mengurangi megathrust adalah dengan menyesuaikan standar bangunan pada saat membangun rumah. Ini sebagai bentuk pencegahan terhadap gempa bumi, terutama bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai. Tsunami pantai Untuk menghindari kemungkinan terciptanya megatrust yang besar, tambahnya. .