Jakarta, Beritasatu.com – Tradisi menyanyi Kuantan, Riau, telah menjadi fokus publik setelah munculnya debitor media sosial yang mengatakan bahwa tradisi tersebut dimiliki oleh Malaysia.

Read More : Curhat Saat Jadi Tukang Las di Kanada, Tengku Firmansyah: Pekerjaan Ini Tidak untuk Semua Orang

Dalam kasus Museum Sumpah Mladic, Jakarta, Menteri Budaya Fadli Zone menekankan bahwa jalan menuju jalan setapak adalah warisan budaya dari kasus -kasus Indonesia.

“Jalan itu dicatat lama sebagai bagian dari taksi Indonesia dalam warisan. Ini adalah kekayaan budaya pulau -pulau yang perlu kita lindungi,” kata Zona Fadli pada hari Selasa (7.7.2025).

Lane Paรง bukan hanya perjuangan cepat untuk lini perahu. Tradisi ini penuh dengan filsafat dan seni pertunjukan. Setiap kapal memiliki tim dengan peran unik dalam pemimpin tim sebagai pemimpin tim, pinggang seperti Mudsdler, pengemudi Sonja bertanggung jawab atas regulator berirama dan putra Coki sebagai penari di depan kapal.

Sangat menarik bahwa tarian virus Coki menari di media sosial, bahkan meningkatkan tren baru sebagai “aura pertanian”.

Read More : TMII Siapkan Festival Budaya dan Kegiatan Menarik selama Libur Lebaran

Pemerintah Daerah RIAU menanggapi tuntutan budaya dari negara -negara tetangga. Kantor pariwisata Riau Roni Rakhmat mengatakan yayasan itu adalah tradisi lokal yang memberikan generasi ke generasi bernyanyi Kuantan.

“Kami menyesal ada tuntutan dari negara lain, Pacu Foundation adalah identitas hukum yang sah dan formal,” katanya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *