Jakarta, Beritasatu.com – Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) mengungkap keberhasilan atlet angkat besi (atlet) Riski Juniansya yang menorehkan sejarah bagi Indonesia dengan meraih emas Olimpiade Paris 2024.

Read More : Dukung Program Prabowo, Kediri Siapkan 4 Hektare Lahan Sekolah Rakyat

Risky Juniansya atau Kijun sapaan akrabnya merupakan putra mantan atlet angkat besi nasional Mohammad Yasin. Kijun mengawali karirnya dengan menjadi juara kelompok umur termuda, kemudian juara dunia kelompok umur junior, hingga meraih emas kategori 73 kilogram di Olimpiade Paris 2024.

Dalam perjalanan meraih kemenangan di Olimpiade 2024, Kijun harus melewati rintangan yang sangat sulit. Dia harus bekerja keras untuk mendapatkan kembali performanya setelah operasi usus buntu untuk mengikuti Kejuaraan Dunia di Thailand pada tahun 2024 dan lolos ke Olimpiade 2024.

Yang paling mengejutkan, Kijun meraih perunggu di Olimpiade Tokyo 2020 tahun lalu, mengalahkan Rahmat Erwin Abdullah yang lolos ke Olimpiade Paris 2024.

Atlet berusia 21 tahun ini memiliki keunggulan pada jenis angkatan clean and jerk. Saat ini, Kijun memegang beberapa rekor di nomor 73kg, antara lain satu rekor dunia senior (total), tiga rekor SEA Games (snatch, clean & jerk, total), satu rekor dunia junior (snatch), dan satu rekor dunia remaja (snatch). . )

Kijun mencetak dua rekor dunia pemuda di Kejuaraan Pemuda Asia 2020 di Uzbekistan. Ia mampu menghasilkan angkatan angkatan angkatan 139kg dan total angkatan 307kg. Saat ini, ia masih memegang rekor dunia merebut, namun rekor dunia remaja untuk total merebut akan dipecahkan pada tahun 2022 oleh atlet Edke Yemberty dari Kazakhstan.

Kijun berhasil memecahkan tiga rekor dunia pada IWF Junior World Championships 2021 di Tashkent, Uzbekistan, dengan angkatan angkatan angkatan 155 kilogram dan sapu bersih 194 kilogram dengan total angkatan 349 kilogram.

Pada 5 Mei 2022, ia kembali menyempurnakan rekor angkatannya dengan mengangkat beban 156 kilogram pada Kejuaraan Dunia Junior IWF 2022 di Yunani.

Pada 21 Juli, ia kembali mempertajam rekor angkatan merebut 157 kilogram di Kejuaraan Pemuda dan Junior Asia Uzbekistan 2022.

Saat ini ia memegang rekor dunia junior untuk clean and jerk, namun rekor clean and jerk dan totalnya akan dipecahkan oleh Weeraphon Wichuma dari Thailand pada 3 Oktober 2023.

Read More : Turki ke 16 Besar Euro 2024, Bakal Hadapi Austria

Alhasil, ia memegang rekor dunia clean and jerk junior selama total 2 tahun 129 hari terhitung 26 Mei 2021 hingga 2 Oktober 2023.

Jelang Olimpiade 2024, Kijun diperkirakan akan kembali mencapai total angkatan terbaiknya yakni 365 kilogram dalam latihan harian. Pada tanggal 20 Juli, sebelum berangkat ke Paris, Prancis, Kijun berhasil memenuhi bahkan melampaui target kelas tersebut, sehingga memberinya peluang 98,61% untuk meraih emas.

Seminggu sebelum Olimpiade, atlet Tiongkok lainnya, Shi Xiong, mengejutkan Kijun dengan mengangkat beban 150 kilogram dalam dua sesi latihan berturut-turut. Ia juga berhasil mengangkat beban 200 kilogram untuk clean and jerk, kata Hadi, Ketua PABSI Binpres. Vihartja saat dihubungi, Jumat (7/9/2024).

Sebelum berangkat ke Montpellier, Prancis untuk membiasakan diri dengan cuaca dan berlatih pencahayaan. Hadi Vihartja kembali mengingatkan Triatno dan pelatih M Rusli yang mendampingi Kijun untuk menjaga performa atlet.

โ€œSebelum berangkat, saya ingatkan kepada pelatih, mereka menerapkannya dan saya berterima kasih kepada pelatih Triatno dan Rusli yang memahami tekanan dan tantangan kompetisi tingkat tinggi,โ€ kata Hadi Vihartja.

Hadi mengatakan, atlet Tiongkok Shi Xiong yang sudah berusia 30 tahun diperkirakan tidak bisa melanjutkan clean and jerk.

“Faktor umur juga banyak menentukan. Dia jago grappling. Tapi dia kurang jago clean and jerk karena seperti Eko Yuli Ravan, dia juga cedera,” jelasnya.ย 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *