Jakarta, Beritasatu.com – Kebakaran terjadi di salah satu pabrik produksi baterai listrik di China, yakni Contemporary Amperex Technology Co. Terbatas (CATL). CATL dikenal sebagai produsen aki mobil listrik untuk banyak merek, seperti BMW, Hyundai, dan Tesla.
Read More : Untung Rugi Libur Sekolah Selama Ramadan
Mengutip Drive, Rabu (2/10/2024), CATL melaporkan tidak ada korban luka terkait insiden ini dan berdampak kecil pada produksi. Meski demikian, kebakaran ini disebut tidak akan berdampak besar terhadap aktivitas produksi.
CATL menguasai sekitar 50% pasar aki mobil global, termasuk Tesla sebagai salah satu pelanggan terbesarnya. Selain Tesla, CATL memasok baterai mobil listrik ke BMW, Mercedes-Benz, Hyundai, Honda, Toyota, Volkswagen dan Volvo serta banyak produsen mobil asal China.
CATL menyatakan, kebakaran terjadi di pabrik mereka di provinsi Fujian dan dapat dipadamkan dalam waktu singkat. Penyebab kejadian masih dalam penyelidikan.
Pada Juni 2024, terjadi kebakaran di pabrik baterai litium di Korea Selatan (Korsel), menewaskan 23 pekerja dan melukai delapan orang. Sebagian besar korban adalah warga negara Tiongkok.
Kebakaran yang terjadi di Korea Selatan disebabkan oleh ledakan sejumlah baterai di sebuah gudang yang menyimpan sekitar 35.000 baterai.
Read More : Tarif Impor Trump, Ujian Stabilitas Ekonomi Indonesia
Polisi mengatakan kebakaran fatal tersebut disebabkan oleh kontrol kualitas yang buruk ketika para pekerja berusaha mempercepat produksi untuk memenuhi pesanan.
Menurut pejabat CATL, insiden terbaru di Tiongkok ini dapat dengan cepat diatasi berkat sistem pengendalian kebakaran di pabrik tersebut.
Pabrik seluas 15.000 meter persegi ini baru beroperasi selama empat tahun dan dikenal sebagai pabrik pintar Industri 4.0, artinya sebagian besar proses produksi dilakukan secara otomatis. Hal ini mengurangi risiko bagi pekerja dan dikombinasikan dengan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi yang terhubung.