Jakarta, presiden dan pendiri Geely, Die Shufu, mengatakan bahwa industri mobil global memiliki masalah serius, yaitu kelebihan kapasitas.
Read More : Hendak Tawuran, 12 Remaja Bersenjata Celurit Diamankan di Hayam Wuruk
Jawaban untuk kondisi ini, Geely memutuskan untuk tidak membangun pabrik baru atau untuk memperluas fasilitas produksi yang ada.
Ini diberikan dengan menghadiri autosume di Chongqing, Cina, seperti dilaporkan oleh Reuters pada hari Sabtu (6/6/2025).
Shufu juga menekankan pada kesempatan sebelumnya bahwa perusahaannya berkomitmen untuk pengembangan mobil dengan mesin pembakaran internal atau mesin pembakaran internal (ICES), sementara ia terus berinvestasi di bidang elektrifikasi. Dia juga menekankan, Geely tidak akan terlibat dalam harga har watships, tetapi telah memilih untuk bersaing melalui teknologi dan kualitas.
Dalam video internal yang baru -baru ini dirilis, yang menyatakan bahwa Geely akan memimpin strategi “dua kaki”, yaitu pengembangan mobil listrik pintar (Smart EV) sambil terus memproduksi mobil bensin dan hibrida.
Read More : Instagram Ubah Cara Perbarui Konten Video
“Kita harus tetap di atas dua kaki,” katanya. “Saat mempercepat elektrifikasi pintar, kami juga akan terus memenuhi teknologi motor pembakaran dan mesin hibrida,” lanjutnya.
Dia menekankan bahwa Geely tidak mengizinkan teknologi besi dan terus mengalokasikan penelitian dan pengembangan penelitian dan pengembangan (R&D) untuk menjaga kepemimpinan di segmen tersebut.