Bedka Rai, Beritasatu.com – pada hari Jumat (.1.1.15) Kalimantan Tengah, Jalan Tajilic Revut KM. 9, Jalan Tigilic Revoot K.M. Oranguton liar mati karena petir saat digantung di kabel listrik di 9.

Read More : Hadiri Acara Siraman Al Ghazali, Krisdayanti Ikut Tersentuh

Insiden itu terjadi di Indonesia Barat sekitar pukul 3:30 sore ketika Oranguton memasuki area pemukiman, menarik perhatian penduduk dan pengemudi yang lewat. Namun, dalam beberapa saat yang tergantung pada kabel listrik, 35 kilogram sengatan listrik selama sekitar 14 tahun jatuh ke parit dan parit di sisi jalan.

Oranguton Borneo Survival Fund (BOSF) Nira Menten segera memberikan perawatan medis di lokasi kejadian. Sayangnya, kehidupan oranguton tidak dapat diselamatkan.

Kepala Departemen Perlindungan I BKSDA, Kalimantan Tengah, Junoid Slavit Vibov, menunjukkan bahwa orang Oranguton yang mati dapat datang dari luar Hutan Rangan Rangan. Dia juga menjelaskan bahwa pria -arenangettes biasanya memeriksa sekitar 5 kilometer per hari untuk mencari makanan.

“Oranguton sedang mencari makanan dan secara tidak sengaja memasuki area perumahan. Sayangnya, dia menggantung di kabel daya tingkat tinggi dan dia bertahan,” kata Junoid ketika dia mewawancarai Beritasatu, Jumat (.3..3.1).

Sebelum mengevakuasinya, tim medis memeriksa denyut nadi orguton untuk memastikan kondisinya. Setelah dikonfirmasi oleh orang mati, tubuh hewan itu dikirim ke klinik Yayasan BSF Niro Mentang Bedka Rai.

Read More : Masak Everywhere BTV: Resep Fish And Chips Garing dan Lezat

“Besok, Oranguton yang mati ini akan terbuka di Klinik Necropes atau Nyyaru Menantang Bosphi sebelum dimakamkan.”

Kasus oranguton yang mati ini sekali lagi mengingatkan akan pentingnya dan pertahanan tempat tinggal alami orangutan, sehingga mereka tidak lebih mungkin memasuki daerah perumahan yang berisiko keselamatan mereka.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *