Jakarta, Beritasatu.com – Rekor 22 pertandingan tanpa kekalahan dalam delapan tahun Regian Eersel berakhir di tangan Alexis Nicolas. Kedua atlet tersebut memperebutkan sabuk Kejuaraan Dunia One Lightweight Kickboxing dalam laga final One Fight Night 21. Alexis Nicolas, kickboxer asal Prancis, mengejutkan para penggemar One Championship yang memenuhi Lumpinee Boxing Stadium dengan pertandingan klasik yang berlangsung selama lima ronde.

Read More : Setelah Joel Matip, Thiago Alcantara Juga Hengkang dari Liverpool

Sesuai janjinya, petarung berjuluk Barboza itu tak segan-segan melancarkan serangan sejak awal hingga akhir laga. Momen penentu kemenangannya terjadi pada ronde kedua.

Usai mencoba melemahkan sang juara bertahan dengan tendangan, Alexis Nicolas melihat ada celah di pertahanan lawannya. Dia kemudian mendaratkan pukulan kanan kuat yang menjatuhkan Eersel. Petarung Suriname itu bangkit dan nyaris mendapatkan kembali keunggulan. Namun, satu pukulan fatalnya tidak cukup untuk meyakinkan para juri bahwa ia pantas untuk terus menyandang gelar tersebut.

Eersel terakhir kali kalah pada Maret 2016. Kini rekor tak terkalahkannya selama delapan tahun telah berakhir.

Namun hingga Senin (15/4/2024), petarung berjuluk The Immortal itu masih menyandang sabuk Juara Dunia Satu Kelas Ringan Muay Thai.

Read More : Luhut Minta Prabowo Pecat Pejabat yang Tak Jalankan Efisiensi Anggaran

Pada laga perebutan sabuk lainnya, Tye Ruotolo sukses mempertahankan sabuk Kejuaraan Dunia Grappling One Welterweight Submission setelah memaksa Izaak Michell menyerah dengan kuncian leher inovatif pada menit 4:43.

Teknik penguncian baru ini kemudian diberi nama Ruotolotine. Teknik ini merupakan kombinasi nama dan guillotine. Penguncian ini mirip dengan teknik Rear Naked Choke, namun sedikit dimodifikasi karena tangan lawan juga terkunci.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *