MATARAM, BERITASATU.COM – Tiga siswa di Mataram melaporkan bahwa seorang profesor dan inisial dalam LR karena dugaan kekerasan seksual sehubungan dengan sejumlah korban di kantor penyelidikan kriminal umum terhadap polisi regional NTB. Tiga siswa menemani LPA Mataram dan Sasaku Nusantara, rip barat.

Read More : Kalahkan Leicester, Nottingham Forest ke Lima Besar Liga Inggris

Presiden Institute of Child Protection, Mataram (LPA), Joko Dzhumadi, mengatakan para korban dalam kasus ini tidak hanya datang dalam pengaturan kampus tetapi juga di komunitas non -Campus.

“Kami adalah sebuah institusi di bidang perlindungan anak -anak (LPA) beberapa waktu yang lalu anggota kami (LPA Mataram) menjadi korban kekerasan seksual eksperimental yang dilakukan oleh salah satu guru di salah satu universitas di Matarames. Namun, setelah kami menarik, ada korban lain, ada banyak,” kata Joko Jumadi. Pada hari Kamis (26/26/2024).

Menurut Joko Dzhumadi, LPA Matarama menerima laporan dari salah satu anggotanya yang menjadi korban kekerasan seksual eksperimental oleh LR. Setelah penelitian lebih lanjut, ternyata ada korban lain, total sekitar 15 orang. Dari jumlah tersebut, tiga korban dilaporkan secara resmi.

“Fashion yang digunakan bervariasi. Di lingkungan lingkungan, para penjahat memberikan penunjukan siswa, dan kemudian mengirimkannya ke rumah pensiun mereka, di mana penganiayaan terjadi. Sementara itu, pengetahuan tertentu telah menjanjikan para korban dari batas kampus, yang harus diperoleh dengan menggunakan upacara untuk” membersihkan alat vital, “ia menjelaskan.

Dia menambahkan bahwa kasus ini terjadi pada bulan Mei hingga Oktober 2024, dan dugaan penjahat diajarkan di dua lembaga pendidikan, yaitu di universitas negeri yang sama dan satu lembaga tertinggi swasta di Lombock West Rigenia.

Sementara itu, Presiden DPD Sasaka Nusantara, Regency Sabri Lombok Barat, LR sering menggunakan nama agama untuk membenarkan tindakannya. Salah satu istilah yang digunakan adalah Dhikr atau Dhikr Testy kemaluan.

Aktor berpendapat bahwa partai -partai genital dapat menjadi Dhikr, dan bahwa para korban perlu meloloskan ritual tertentu untuk menyembuhkan penyakit rohani atau penyakit yang disebutkan oleh para penjahat.

Read More : Terduga Pelaku Pembunuhan Penjual Gorengan Residivis, Identitasnya Terungkap

“Pidana mengatakan bahwa menyembuhkan pelanggaran, korban dibebaskan sperma. Beberapa korban bahkan dipaksa untuk melakukan tindakan ini. Akibatnya, beberapa korban mengalami cedera serius pada orientasi seksual,” katanya.

LPA Mataram dan Sasaka Nusantara meminta polisi, terutama Polisi Regional NTB, segera mengambil tahap perusahaan yang diduga penjahat. 

Joko Dzhumadi dan Sabri berharap bahwa lembaga penegak hukum akan dapat memastikan keadilan bagi para korban, mencegah urusan yang sama di masa depan.

“Kami berharap bahwa lembaga penegak hukum akan segera menangkap LR dan memberikan hukuman yang layak. Sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan publik kepada lembaga pendidikan,” kata Sabri.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *