Jakarta, Beritasatu.com- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan tiga langkah untuk meningkatkan kontribusi pasar saham terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Strategi ini dilakukan guna menangkap tingkat kapitalisasi pasar modal yang masih lebih rendah dibandingkan negara tetangga.
Read More : Kinerja BUMN Jadi Sorotan Muzani-Dasco Saat Bertemu Prabowo di Istana
Inarno Djajadi, CEO OJK Pasar Modal, Pembiayaan Derivatif dan Pengawasan Pertukaran Karbon, mengatakan target kapitalisasi pasar modal terhadap PDB Indonesia tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2025-2045. Untuk mencapai tujuan tersebut, OJK siap melaksanakan sejumlah inisiatif pada tahun ini.
Pertama, meningkatkan kualitas dan kuantitas emiten, seperti memastikan kredibilitas calon emiten, calon investor, investor, dan sumber dana calon investor melalui uji tuntas atau due diligence yang lebih baik, ujarnya di hadapan panitia bulanan OJK. direktur. Konferensi pers Rapat Komisaris (RDKB), Selasa (7 Januari 2024).
Selain itu, kebijakan juga direvisi untuk meningkatkan arus bebas minimum yang diharapkan dapat mendukung peningkatan kapitalisasi pasar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan likuiditas pasar.
Kedua, meningkatkan likuiditas dan efisiensi pasar, termasuk penerapan kebijakan peningkatan likuiditas. Kedua, memperkuat peran lembaga pendukung dan profesi, lanjutnya.
Inarno menilai langkah tersebut juga bertujuan untuk memastikan perusahaan yang melakukan penawaran umum merupakan perusahaan yang berkualitas. “Pada akhirnya kami akan mengkaji ulang kebijakan penggunaan dana yang diperoleh melalui penawaran umum,” ujarnya.
Read More : Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Saat IHSG Anjlok Lebih dari 6 Persen
Sebelumnya, Ketua OJK Mahendra Siregar mengumumkan nilai pasar saham Indonesia kini mencapai 56%. Sebagai perbandingan, kapitalisasi pasar saham India 106%, Thailand 101%, dan Malaysia 97%.
Diketahui, nilai kapitalisasi pasar Indonesia mencapai Rp 12,3 triliun atau meningkat 6% dan mencapai 56% PDB dibandingkan perekonomian nasional.