JAKARTA, Beritasatu.com – Perancang atau desainer Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN), Newman Nawarta memberikan penjelasan terkait warna bangunan megah yang selama ini dianggap gelap dan mistis.

Read More : Festival Budaya Toraja Jadi Magnet Wisatawan Asing

Newman mengungkapkan, warna kuningan pada fasad Garuda Mahal akan berubah seiring berjalannya waktu. Warnanya lambat laun akan berubah menjadi biru kehijauan karena proses alami yang disebut patina.

Nantinya warna kuningan akan berubah menjadi hijau, tergantung kondisi alam. Proses oksidasinya perlahan akan berubah menjadi pirus, kata Newman saat dihubungi Antara, Jakarta, Sabtu (10/8/2204).

Hal ini dikatakannya serupa dengan proses perubahan warna yang dilakukannya pada patung Guruva Wisnu Kekana (GWK) di Bali yang juga merupakan karyanya.

Selain itu, struktur sekop pada Garuda Mahal terbuat dari baja tahan cuaca yang aslinya berwarna merah. Namun seiring berjalannya waktu dan paparan cuaca, warnanya akan menjadi gelap dalam 1-2 tahun. Struktur bilahnya awalnya berwarna merah, namun setelah terkena hujan dan cuaca, warnanya menjadi hitam, ujarnya pula.

Ia mencontohkan, Jembatan di Amerika Serikat, khususnya di New York, seringkali memiliki warna yang mirip dengan yang digunakan untuk Istana IKN Guruda dan Patung GWK Bali.

Rangka dibelakang mata pisau terbuat dari bahan perforated yaitu pelat baja berlubang yang tahan terhadap cuaca. Nyoman menegaskan, material ini memiliki kestabilan hingga ratusan tahun.

Read More : Pawai Obor dan Takbiran: Tradisi Keagamaan dan Kemanusiaan yang Mempererat Ikatan Sosial

Newman menjelaskan, pemilihan warna gelap pada Garwood Palace bukan tanpa alasan. Hindari warna-warna mencolok, seperti emas, yang biasa digunakan pada bangunan mewah. Banyak orang yang terbiasa melihat warna-warna cerah, seperti emas, tapi saya tidak mau menggunakan warna-warna itu untuk Garuda Mahal, kata Newman.

Ia juga mengatakan, rangka bagian dalam Garuda Mahal dibuat dengan hati-hati dan elegan dengan bahan baja yang dibeli dari Krakatau Steel. Seluruh bingkai dibuat khusus, bukan produk siap pakai. Beliau juga mengatakan bahwa rangka istana ini dibuat oleh kami, bukan dibeli di toko, kami menggunakan baja dari Krakatau Steel dan semuanya dibuat sesuai pesanan.

Nyoman menekankan pentingnya penggunaan produk lokal dalam proyek ini. Hal ini memastikan seluruh bahan yang digunakan memenuhi persyaratan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). 

Mengenai wujud Garuda yang muncul, ia menjelaskan memiliki filosofi untuk melindungi bangsa Indonesia.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *