Jakarta, Beritasatu.com – Anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Arya Sinulingga mengaku masih banyak pekerjaan rumah atau pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh asosiasi, meski timnas U-23 Indonesia finis. keempat. lolos ke Piala Asia U-23 2024 dan hampir mencapai Olimpiade untuk pertama kalinya.
Read More : Berapa Lama Proses Konklaf 2025 hingga Pengumuman Paus Baru?
Arya sadar, dirinya tidak boleh menutup mata terhadap kesuksesan timnas PSSI U-23. Sebab, banyak persoalan dan tugas yang harus diselesaikan serikat pekerja.
Permasalahannya adalah jadwal pertandingan, persaingan yang tidak seimbang di daerah, sepak bola putri dan lain-lain, ujarnya dalam diskusi bertema 94 Tahun PSSI: Mau Kemana? di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Sabtu (11). /5/2024).
Diakuinya, meski timnas U-23 kurang beruntung lolos ke Olimpiade, sepak bola Indonesia jelas mengalami kemajuan. Arya menilai prestasi yang diraih timnas U-23 bisa dikatakan sangat bagus. Pasalnya, pencapaian tersebut setara dengan hasil sebelumnya yang juga hampir lolos ke Olimpiade. Khususnya, pada tahun 1976 di Montreal.
Namun menurutnya, prestasi tersebut nampaknya semakin istimewa karena bisa diraih di era sepak bola modern, dimana banyak negara sudah memiliki persaingan yang baik dengan menggunakan teknologi dan ilmu olahraga yang canggih.
โSekarang kita menyaksikan sejarah dan kita melihat Indonesia hampir masuk Olimpiade. Hampir saja,โ ujarnya.
“Tapi itu sudah tercapai dalam kondisi sepak bola modern. Dulu, era 1970-an kompetisinya mungkin belum berkembang seperti sekarang. Beda sekali. Sekarang kompetisinya sudah modern dan kita bisa masuk ke situasi itu,” tambah Arya.
Read More : Livoli Divisi Utama: Juara Bertahan Pasundan Kesulitan Menundukkan Tim Tanpa Bintang
Menurut Arya, hasil tersebut merupakan kemajuan bagi sepak bola Indonesia. Terlebih lagi, FIFA sebagai ibu negara sepak bola dunia patut memberikan kejutan. Pasalnya sepanjang perjalanannya, Timnas U-23 berhasil mengalahkan banyak negara kuat seperti Australia (1-0), Yordania (4-1) dan Korea Selatan (2-2, 11-10 adu penalti).
Menurut Arya, timnas U-23 saat ini merupakan generasi emas Indonesia. Rizky Ridho dan kawan-kawan diyakini bisa tampil lebih baik lagi mengingat usianya yang masih terbilang muda. Rata-rata usia mereka berkisar 20 tahun. Kebanyakan dari mereka masih bisa bermain di timnas U23 dalam dua tahun. Kemudian timnas senior sekarang rata-rata berusia 23 tahun, ujarnya.
Artinya, 5-6 tahun ke depan kita masih bisa bertarung dengan para pemain muda. Mereka belum cukup dewasa untuk menjadi pesepakbola. Indonesia sudah berusia 28 tahun. Jadi masih banyak ruang untuk masa depan. dewasa dan baik.