Jakarta, Beritasatu.com – PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Sozitz Corporation Jepang telah menandatangani kontrak senilai Rp4,7 triliun untuk memperpanjang jalur Integrated Expressway (MRT) dari Bundaran HI hingga Kota. Saat ini MRT menghubungkan jalur Lebak Bulus hingga Bundaran HI.

Read More : Diskotek Di Bandung Digerebek, Seleb & Pejabat Terkait?

MRT Jakarta berencana menghubungkan Stasiun HI dengan Stasiun Kota sebagai bagian dari pembangunan Tahap 2A. Kontrak yang baru saja ditandatangani dengan Sozitz adalah bagian dari paket kontrak CP205. Kerja sama tersebut akan mencakup pengerjaan rel dan sistem kereta api, termasuk sistem persinyalan, seperti disampaikan Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat.

Kalau tidak salah kontraknya dengan Sozitz sekitar Rp 4,7 triliun.

Tuhiyat mengatakan MRT Jakarta kesulitan mengumpulkan penawaran dan sudah tiga kali gagal mendapatkan kontraktor. Ia mengatakan faktor-faktor seperti pandemi Covid-19, kekurangan semikonduktor, dan ketegangan geopolitik global menjadi kendala utama dalam proses tender.

“Kami kemudian mengadakan kompetisi internasional dan akhirnya berhasil mendapatkan surat penerimaan dari Sozitz Corporation sebagai pemenang tender pada 20 Februari 2024. Kontrak CP205 akan berlangsung selama 75 bulan hingga akhir tahun 2029.”

Pembangunan Tahap 2A sepanjang 5,8 kilometer akan menambah 7 stasiun baru yakni Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok dan Kota. MRT Jakarta menargetkan menghubungkan Stasiun Bundaran HI ke Monas pada tahun 2027. Sedangkan Stasiun Kota dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2029.

Read More : Rupiah Hari Ini Naik Capai Rp 16.477 Per Dolar AS

“Untuk keseluruhan pembangunan Tahap 2A, progresnya telah mencapai sekitar 33,36% per 25 Maret 2024. Pembangunan Thamrin-Monas rampung sekitar 74%, Stasiun Harmoni-Sawah Besar-Mangga Besar progresnya 28%. Kuota Glodoc kini sudah mencapai 50%,” kata Tuhiyat.

Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) telah memberikan pinjaman bantuan pembangunan resmi untuk membiayai proyek infrastruktur Indonesia, termasuk MRT. Menurut Kementerian Keuangan, pada Februari 2023, portofolio pembiayaan JICA di Indonesia mencapai sekitar ¥551 miliar (Rp 57,8 triliun). Sekitar ¥227 miliar (Rp 23,8 triliun) dari total pendanaan disalurkan ke Kementerian Perhubungan untuk proyek MRT.

MRT Jakarta mencatatkan 33,5 juta penumpang tahun lalu.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *