Jakarta, Beritasatu.com – Industri batik dan produk turunannya mampu bertahan dalam gejolak perekonomian global. Pasalnya, industri batik mampu mempekerjakan 200.000 tenaga kerja dan menghasilkan pendapatan sebesar $17,53 juta atau Rp 268 miliar pada tahun 2023.

Read More : Harga Minyak Naik karena Ketatnya Pasokan

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita mengatakan potensi pasar ekspor batik dan produk batik sangat menjanjikan.

Hal ini terlihat dari nilai ekspor batik dan produknya yang mencapai US$ 17,5 juta pada tahun 2023. Sedangkan pada semester I tahun 2024 mencapai US$ 9,45 juta atau Rp 143 miliar. Berdasarkan perkiraan BPS, katanya. Renee. Jakarta pada hari Kamis. (26/9/2024).

Untuk itu Dirjen IKMA terus mendorong pengembangan industri batik melalui pelatihan dan pendampingan teknis. Sebab, sektor industri ini mempunyai potensi pasar ekspor yang maksimal.

Menurut Renee, batik semakin menjadi tren di berbagai bidang karena fleksibilitas dalam penerapannya, seperti pakaian dan aksesoris, kerajinan tangan, dan dekorasi rumah.

Sebagai informasi, dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2024, Dirjen IKMA Kementerian Perindustrian bersama Yayasan Batik Indonesia (YBI) kembali menggelar pameran di Mall Kota Casablanca, Jakarta Selatan. Acara yang digelar pada 2-6 Oktober 2024 ini menampilkan banyak pelaku industri batik Tanah Air.

Read More : Cerita Arsjad Rasjid Diusir dari Menara Kadin Saat Akan Gelar Konpers Lawan Anindya Bakrie

“Perayaan Hari Batik Nasional tahun ini diberi nama ‘Bangga Menjadi Batik’ untuk mendorong para perajin, pengusaha batik, dan masyarakat umum agar lebih sering membeli dan menggunakan. dan memajukan batik dalam setiap kegiatan, dimanapun dan kapanpun,” kata Reni.

Reni mencatat, dari sekian banyak IKMA yang mendaftar, setidaknya ada 24 IKMA yang akan mengikuti Pameran Batik IKMA dan akan dipilih oleh CEO IKMA untuk membantu menampilkan produk-produk terbaiknya.

Direktorat Jenderal IKMA telah menyediakan stand pameran gratis kepada para pelaku IKM kuratorial yang disewa sejak awal September sebagai wadah promosi para pelaku IKM batik dan produk batik.  

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *