Jakarta, Beritasatu.com – Presenter dan politisi parlemen, Jonico Bisuk Paradi Sahan atau Nico Sahan mengatakan kepada pemerintah untuk meningkatkan sistem keamanan cyber untuk mencegah kebocoran data, terutama mereka yang mungkin dikenakan selama komunitas Ramadhan.
Read More : Afgan Ucap Syukur Jadi Haji setelah Lempar Jamrah dan Tahalul
Pernyataan ini dibuat oleh akun Instagram -nya yang dikutip oleh Beritasatu.com pada hari Sabtu (21/2025).
Menurutnya, tanggung jawab perlindungan dunia maya adalah pemerintah, tetapi setiap orang memiliki kewajiban untuk mempertahankan informasi pribadi mereka.
“Jangan berikan motif yang baik di kesepuluh atau hibah yang digunakan oleh individu untuk kesalahan digital,” kata Nico Sahan.
Selain itu, Nico Siyhan meminta orang -orang untuk lebih sadar akan ancaman yang mungkin dapat menggunakan orang yang mendapat untung dengan menggunakan kemurahan hati rakyat selama Ramadhan.
“Jangan mentransfer uang secara tidak sengaja. Banyak komponen yang membuat hibah palsu dengan menggunakan momen menggunakan data pribadi Anda bocor, risikonya mungkin bertahan lama,” tambahnya.
Sebagai anggota Dewan Komisi Perwakilan yang bertanggung jawab atas teknologi dan komunikasi, Nico meminta publik untuk memilih platform resmi dan valid ketika ia ingin menyumbang.
Read More : Respons Andre Rosiade Soal Azizah Salsha Diduga Selingkuh dari Pratama Arhan
โPastikan Anda tidak memasukkan data pribadi di situs web yang tidak jelas.
Nico Siyhan juga mendorong lembaga pemerintah, terutama yang terkait dengan dunia digital, yang dapat lebih aktif dalam tes keselamatan platform donasi yang digunakan oleh masyarakat.
“Kami berharap pemerintah akan lebih memperhatikan aspek perlindungan digital agar orang aman. Motif yang baik tidak diizinkan menjadi kejahatan dunia maya,” kata Nico Siyhan, yang mengingatkan perlindungan data selama Ramadhan.