Yerusalem, Beritasatu.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu (6/11/2024) berbicara dengan Presiden terpilih AS Donald Trump melalui panggilan telepon tentang ancaman serangan balasan Iran.

Read More : Respons Pernyataan Kontroversial Suswono, Jubir Pramono-Rano: Sangat Tidak Pantas bagi Calon Pemimpin

Kantor Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perdana menteri Israel mengucapkan selamat kepada Trump atas kemenangan pemilunya dan keduanya setuju untuk bekerja sama demi keamanan Israel. Ia menambahkan, “Keduanya juga berbicara tentang ancaman Iran.”

Israel menyerang sejumlah sasaran militer Iran pada 26 Oktober 2024. Serangan ini dilakukan pada 1 Oktober 2024 sebagai respons atas serangan Iran ke Israel dengan ratusan rudal. Iran mengancam akan membalas serangan Israel

Selain Netanyahu, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, juga angkat bicara mengucapkan selamat kepada Trump. Perjalanan ke Riyadh merupakan perjalanan luar negeri pertama Trump sejak menjabat pada tahun 2017.

Sementara itu, milisi Hizbullah, yang didukung oleh Iran, mengatakan pada hari Rabu bahwa puluhan ribu pejuangnya siap berperang melawan Israel. Milisi bersenjata ini menambahkan, hasil pemilu Amerika tidak berpengaruh terhadap perang di Lebanon.

Pemimpin baru Hizbullah memperingatkan bahwa tidak ada tempat di Israel yang terlarang untuk diserang.

Read More : Pembunuh Mahasiswa di Gondanglegi Malang Menyerahkan Diri

Empat puluh hari setelah kematian pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, Naeem Qasim mengatakan dalam pidato di televisi bahwa partainya telah mempersiapkan puluhan ribu pejuang perlawanan terlatih untuk berperang.

Pidatonya dirilis setelah pengumuman kemenangan Donald Trump. Kassem mengatakan siapa pun yang memenangkan pemilihan presiden AS tidak akan mempengaruhi peluang perjanjian gencatan senjata bagi Lebanon. “Apa yang akan menghentikan perang ini adalah medan perangnya,” katanya.

Hizbullah mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka memiliki 110 rudal al-Fatah buatan Iran, senjata dengan jangkauan 300 kilometer yang menurut para ahli militer adalah senjata paling akurat milik milisi.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *