Jakarta, Beritasatu.com – BYD meluncurkan mobil penumpang roda dua terbaru, BYD Shark, di Kamboja. Pengumuman ini menjadikan Kamboja sebagai negara pertama di Asia yang menjual BYD Shark.
Read More : Terbukti Lakukan TPPU Hasil Peredaran Narkoba, Selebgram Adelia Putri Divonis 5 Tahun Penjara
Menurut Carnewschina, Rabu (30/10/2024), harga BYD Shark mulai US$6.700 atau 894 juta rupiah. BYD Shark pertama kali diluncurkan di Meksiko pada bulan Mei dan juga tersedia di pasar Amerika Latin termasuk Brasil dan Panama. BYD Shark juga berencana melakukan ekspansi ke Australia. Untuk pasar Kamboja, BYD bekerja sama dengan Harmony Auto sebagai distributor eksklusif.
Saat peluncuran, BYD memperkenalkan fungsi vehicle-to-charge (VTOL) Shark, yang memungkinkan mobil menggunakan objek luar ruangan seperti berkemah dan peralatan, serta sumber listrik darurat.
ย Shark dibangun di atas platform DMO BYD, yang digunakan oleh model Bao 5 dan Bao 8 milik Fang Cheng Bao. Platform ini mendukung efisiensi energi dan ketahanan jalan.ย
Dimensi BYD Shark adalah 5457 mm x 1971 mm x 1925 mm dengan wheelbase 3260 mm. Truk ini mampu menopang beban hingga 835 kg dan volume bak 1.450 liter serta kapasitas tarik 2.500 kg.
Read More : Terinspirasi KD dan Anang, Azriel Hermansyah Siap Masuk Dunia Politik
Mobil ini menggunakan mesin 1,5T dengan tenaga maksimal 170 kW, dengan total tenaga mesin depan dan belakang 320 kW serta torsi 650 Nm.
BYD Shark juga dilengkapi dengan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) blade 29,58 kWh dengan jangkauan hingga 100 km berdasarkan standar NEDC dan hingga 840 km dengan tangki penuh dan tangki bahan bakar.