JAKARTA, Beritasatu.com – Uni Eropa (UE) berencana melakukan pemungutan suara mengenai tarif 45% pada kendaraan listrik yang diimpor dari Tiongkok pada 4 Oktober 2024, menurut Bloomberg.
Read More : 10 Skandal Korupsi Terbesar di Dunia, Indonesia di Urutan Berapa?
Negara-negara UE telah menerima rancangan undang-undang tentang solusi yang diusulkan. Menurut laporan Bloomberg, tanggal tersebut masih dapat berubah.
Pemilu ditunda karena adanya pembicaraan dengan Tiongkok untuk mencari solusi menghindari suap Baru.
Tarif tersebut akan berlaku pada akhir Oktober 2024 kecuali 15 anggota UE yang mewakili 65% populasi UE memberikan suara menentangnya.
Sebelumnya, Asosiasi Industri Otomotif Jerman menyatakan bahwa tarif impor yang tinggi ini dapat berdampak negatif pada produsen mobil Jerman yang memiliki pabrik di Tiongkok.
Read More : Sidang Putusan SYL, KPK Harap Majelis Hakim Objektif
Selain itu, beberapa produsen mobil Eropa khawatir bahwa tarif baru ini akan memaksa Tiongkok mengambil tindakan pembalasan yang dapat merugikan bisnis mereka.