Jakarta, Beritasatu.com – MPR Ketua D.P.P Partai Garindra yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen), Ahmed Muzani menjelaskan alasan penambahan jumlah Pengawas (MENCO) di Kabinet Merah Putih era Prabowo Subiano. Penambahan ini penting untuk membiayai kenaikan tingkat kementerian dan kementerian.
Read More : Harvey Moeis Cs Belum Jalani Persidangan di Kasus Timah, Ini Alasannya
Dia mengamati bahwa peran supervisor dapat mengarah pada komunikasi dan kolaborasi antara manajer dan karyawan pada proyek serupa. Makanya banyak pejabat administrasi yang komunikasinya baik antar seluruh pimpinan senior, kata Muzani usai menghadiri pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024).
Tujuh menteri administrasi di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto antara lain Menteri Hukum dan Keamanan Budi Gunawan, Menteri Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Masyarakat Usril Ihza Mahindra. Menteri Perdagangan Airlanga Hartaro, Menteri Pangan Zulkifli Hassan, Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikano, Menteri Perdagangan dan Pembangunan Daerah Agus Harimurthy Yudhoyono, dan Manajer Pelayanan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar Bidang Perdagangan.
Jumlah pengawas di Grup Merah Putih bertambah tiga organisasi sejak masa Bursa Indonesia Maju (KIM) yang mencakup keempat jabatan eksekutif.
Jumlah ahli di kabinet Prabowo-Gibran juga bertambah menjadi 48 menteri, dari sebelumnya hanya 34 menteri. Ke-48 pemimpin ini dilantik Prabowo di Istana Negara.
Read More : Andika Perkasa Resmi Masuk PDIP, Megawati: Asal Jangan Balela
Muzani puas awal mula pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan baik. Ia menekankan pentingnya dukungan Kabinet dalam pelaksanaan proyek pemerintah. Menurut Muzani, pidato Presiden di hadapan MPR dalam rapat tersebut merupakan visi bersama yang menjadi pedoman seluruh proyek.
“Kami berharap karya yang dilakukan bisa lebih terlihat dan bisa diharapkan oleh masyarakat,” pungkas Muzzani.