Jakarta, Beritasatu.com – Museum Macan akan mengadakan open house dengan tiket masuk gratis pada tanggal 16 hingga 21 April 2024. Acara tersebut mengusung tema #MACANOopenHouse yang memberikan kesempatan berkunjung secara gratis.

Read More : Bunga Zainal Laporkan 2 Orang atas Kasus Investasi Fiktif

Dikutip dari Instagram resmi @museummacan pada Kamis (18/4/2024), Museum Macan terletak di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Kota Jakarta Barat. Untuk memasuki museum ini, pengunjung hanya perlu melakukan reservasi di website resmi Museum Kind, lalu memilih waktu dan tanggal kunjungan.

Ada tiga waktu berkunjung yang bisa dipilih, yakni pukul 10.00 hingga 12.00. Kemudian dari pukul 12:00 hingga 14:00. dan terakhir dari pukul 2:00 hingga 4:00.

Pada acara ini, Museum Macan menghadirkan dua pameran yang bisa Anda jelajahi. Pertama, menampilkan karya-karya para pemenang VH Prize. Ajang ini merupakan ajang penghargaan seni terbesar di Asia bagi para seniman media baru.

Pameran VH VH Prize menghadirkan karya seniman dari berbagai negara. Mempersembahkan karya Subash Thebe Limbu dari Dharan Nepal sebagai pemenang hadiah utama VH Award ke-5.

Diakhiri dengan karya kontestan lainnya antara lain Zike He dari Guiyang, China, Riar Rizaldi dari Bandung, Indonesia, Su Hui-Yu dari Taipei dan Yang Wang dan Zhenzhen Qi alias zzyw dari New York.

Karya-karya yang dipamerkan berkaitan dengan persinggungan teknologi dan seni melalui kajian lintas budaya, yang melibatkan pertunjukan seni dari berbagai disiplin ilmu.

Karya-karya para seniman ini berupaya mengeksplorasi batas-batas seni audiovisual untuk menantang pemahaman tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Read More : Bikin Meradang Okie Agustina karena Gadai Mobil Miro, Alasan Gunawan Dwi Cahyo: Butuh Uang

Pameran kedua bertajuk Fauna Wastopia dan merupakan karya seniman Bandung bernama Rega Ayundya Putri. Pameran ini mengeksplorasi isu kepunahan dan degradasi lingkungan, serta menunjukkan akibat dari kesalahan pengelolaan sampah.

Rega menciptakan karya berupa gambar mutan imajiner dan spesies hewan yang bermutasi. Perubahan fisiologi hewan tersebut merupakan upaya untuk merepresentasikan hewan yang terpapar limbah beracun akibat krisis lingkungan akibat perilaku manusia.

Pameran ini direkomendasikan untuk dikunjungi bersama anak-anak sebagai tujuan pendidikan. Proyek ini mencakup kegiatan pendidikan mural, audio dan interaktif untuk anak-anak dan keluarga.

Di area kegiatan, anak-anak dapat membuat spesies mutannya sendiri dengan membuat kolase. Hasil karya tersebut kemudian bisa dibawa pulang atau ditempelkan pada dinding yang ada.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *