Jakarta, Beritasatau.com – Kematian para pemimpin bisnis nasional, Murkayya Murday, tidak hanya untuk dunia bisnis, tetapi juga di mana tempat nasional berada di berbagai bidang.
Read More : Kualifikasi Piala Dunia: Italia vs Israel Digelar di Markas Udinese
Salah satu kesulitan terbesar datang dari Menteri Eksekutif Lukman Lukman Hakim Sawfuddin.
Dengan mengunduh ke jejaring sosial pribadi mereka, Lukman Murka mengatakan kepada Lukeman Murka, yang berdoa dalam warisan, dan telah meninggal dalam warisan.
“Umumnya, dan bahagia, Pu Murdai,” tulis Beritasatu.com, Senin (7/4/2025).
Namun, Lukkman memanggil orang banyak daripada mengingat kemajuan mereka yang meninggal, yaitu, tidak diketahui secara luas, khususnya, untuk sah dan melegalkannya untuk memberantas hukum sipil dan diskriminasi etnis.
Dua aturan penting ini telah menjadi waktu penting untuk merangsang hak yang sama dari semua warga negara Indonesia, terlepas dari ras dan kebangsaan.
Read More : Kenaikan UMR 2025 hingga 10 Persen Kerek Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Menurut Lukman, Mistrius Puo adalah salah satu angka yang mendukung pertempuran, terutama dalam memperjuangkan hak -hak kelompok minoritas, sebagai bagian dari populasi Indonesia.
“Pada tahun 2020, kami membahas pentingnya perkembangan ini, Pak Seradi, serta pentingnya Buddha Nasional Indonesia Dharma Parijadha, serta pentingnya reformasi sistem sipil dan menghilangkan semua diferensiasi berdasarkan ras dan etnis.
“Selamat tinggal!