Jakarta, Beritasatu.com – 2024 Pada bulan Mei, pemerintahan Joe Biden mengumumkan akan menaikkan tarif impor kendaraan listrik dari Tiongkok menjadi 100 persen, empat kali lipat dari tarif sebelumnya. Tarif baru yang mulai berlaku pada 27 September 2024 akan membuat mobil China yang dijual di Amerika Serikat (AS) menjadi lebih mahal sehingga sulit dijual.

Read More : Mendag Budi Lepas Ekspor Produk Kerajinan UMKM Senilai Rp 2 Miliar

Laporan dari EV Arena, Sabtu (14/09/2024), tidak hanya mobil listrik yang terdampak. Tarif sel surya Tiongkok juga akan meningkat hingga 50%, sedangkan tarif baja, aluminium, baterai mobil listrik, dan mineral dasar akan meningkat hingga 25%.

Mulai tahun depan, tarif 50 persen akan diterapkan pada semikonduktor asal Tiongkok, dan mulai tahun 2026. 1 Januari – Tarif 25 persen untuk baterai lithium-ion, mineral dan komponen untuk laptop dan telepon seluler.

Kepala penasihat ekonomi Gedung Putih Lyle Brainard mengatakan kepada Reuters bahwa keputusan itu diambil untuk memastikan industri mobil listrik AS dapat melepaskan diri dari ketergantungan pada Tiongkok dan menjauh dari rantai pasokan Tiongkok. 

Tarif ini dipandang perlu untuk melawan subsidi negara Tiongkok dan kebijakan transfer teknologi yang menyebabkan kelebihan investasi dan kelebihan kapasitas produksi.

Read More : Timnya Dikalahkan Liverpool, Kapten West Ham Jarrod Bowen Patah Kaki

Tiongkok telah berulang kali berjanji untuk membalas tarif yang diancam oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Uni Eropa. Pemerintah China mengklaim kesuksesan industri mobil listriknya adalah hasil inovasi, bukan sekadar subsidi pemerintah.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *