Sukabumi, Beritasatu.com – Hujan yang terus menerus melanda Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat meningkatkan risiko bencana susulan, seperti banjir, tanah longsor, dan tanah bergerak. Untuk mengurangi potensi risiko tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan menyemprotkan 50 ton garam (NaCl) ke langit wilayah Jawa Barat, khususnya Sukabumi, pada Rabu (11/12). ) . /2024) malam.
Read More : Prakiraan Cuaca Rabu 8 Mei 2024: Jabodetabek Berawan Hari Ini
Hal itu disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto usai memimpin rapat koordinasi penanggulangan darurat bencana di Kabupaten Sukabumi dan Cianjur pada Kamis (12/12/2024) di Pendopo Kabupaten Sukabumi.
Menurut Suharyanto, hasil operasi menunjukkan dampak positif. Beberapa wilayah yang sebelumnya diperkirakan akan mengalami hujan ekstrem, kini cuacanya lebih terkendali. Salah satunya wilayah Sukabumi yang kini mengalami cuaca cerah, padahal sebelumnya sering mengalami hujan tanpa henti.
“Sejak tadi malam kami telah melakukan operasi modifikasi cuaca. Hasilnya di beberapa wilayah khususnya Sukabumi, BMKG memperkirakan akan terjadi hujan ekstrem, dengan OMC ini debit air bisa berkurang. bisa dikendalikan,” kata Suharyanto kepada Beritasatu.com.
Operasi modifikasi cuaca dinilai sangat penting oleh BNPB untuk mendukung percepatan penanganan dan pemulihan korban bencana di Sukabumi. Langkah ini diharapkan mampu mencegah terjadinya bencana di kemudian hari, seperti banjir, tanah longsor, dan perpindahan tanah yang dapat memperburuk kondisi masyarakat terdampak.
Read More : Polisi Sebut 7 Narapidana Narkoba yang Kabur di Lapas Salemba Gergaji Ventilasi
Sementara keadaan darurat di wilayah Sukabumi diperpanjang hingga tujuh hari ke depan. Perpanjangan ini bertujuan untuk memastikan proses penanganan dan pemulihan berjalan maksimal, serta meminimalisir dampak bencana lebih lanjut.