Malang, Beritasatu.com – Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor (Satlantas) Malang Jawa Timur mengatakan, kecelakaan yang menewaskan empat orang di jalur Taman Nasional Bromo Tenger Semeru (TNBTS) itu disebabkan rem kendaraan atau tidak berfungsi. kegagalan. Mobil keluar dari jalan utama dan masuk ke jurang sedalam 80 meter.
Read More : Donald Trump Ditembak Saat Kampanye, Barack Obama: Tak Ada Tempat Bagi Kekerasan Politik dalam Demokrasi
AKP Addis Dani Garta (AKP) Kasatlantas Polres Malang mengatakan, kesimpulan awal kejadian kecelakaan tunggal di Desa Ngadas, Kecamatan Ponkokusumo, Kabupaten Malang tersebut diduga karena adanya kendala teknis pada kendaraan.
Peristiwa tersebut diduga karena adanya kendala teknis pada kendaraan namun masih dalam tahap penyelidikan. Kendala teknis masih dugaan sementara dan kemungkinan besar rem blong, kata Adis di Tumpang, Kabupaten Malang, Senin (Mei ) 13 , 2024). ) malam, dikutip Antara.
Adis menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, kecelakaan tunggal bernomor polisi B 1683 TJG itu terjadi antara pukul 18.00 hingga 18.30 WIB. Kendaraan melewati kawasan TNBTS Rumah Umum menuju Ponkokusumo, Kabupaten Malang.
Menurut dia, pengemudi mobil sport utility vehicle (SUV) tersebut beberapa kali melintasi jalur TNBTS menuju Kabupaten Malang. “Untuk pengemudi, kami sudah beberapa kali menempuh jalur TNBTS hingga Malang,” ujarnya, “agar Anda paham betul dengan jalur yang Anda lalui.”
Ia menambahkan, dalam kejadian tersebut ada lima orang yang berada di dalam kendaraan dan empat orang terlempar. Kendaraan itu berlari ke jalur lain di bawahnya dan kemudian masuk ke jurang. Ia mengatakan, “Mobil terjatuh dari jalan utama. Namun, tempat jatuhnya mobil akan kami pastikan. Kedalaman jurang di jalan utama TNBTS sekitar 80 meter.”
Read More : Perang Bakal Pecah, Seruan Warga Negara Asing untuk Tinggalkan Lebanon Meningkat
Empat korban diantaranya Imriti Yasin Ali Rahbini, Muslihi Irvani, Tutik Kuntiarti dan Sulimah tewas dalam kejadian tersebut. Sedangkan lima penumpang lainnya yang selamat adalah Siti Aminah, Fatin, Nafla Syakira, Naila Salsabila, dan Hafis Muhammad Rafif.
Lima orang korban dibawa ke Rumah Sakit Militer (RST) Soepraoen Kota Malang, tiga orang anak luka-luka, dan seorang ibu hamil selamat. Seluruh korban meninggal merupakan warga dewasa dan warga Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang, ujarnya.