Jakarta, Beritasatu.com – PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) akhirnya meluncurkan mobil listrik pertama yang dijual di Indonesia, Mitsubishi Fuso eCanter. Peluncuran mobil listrik tersebut digelar pada pameran mobil Gaikindo Indonesia International Auto Show 2024 (GIIAS) yang digelar di ICE BSD City, Tangerang, Banten pada 18-28 Juli 2024.
Read More : Resepsi Milad Muhammadiyah 2024 Digelar di Kupang pada 4-6 Desember, Angkat Isu Kemakmuran
Peluncuran Mitsubishi Fuso eCanter bukanlah perjalanan singkat bagi PT KTB. Sebelum dijual, mereka terlebih dahulu melakukan proof of Concept (POC) Mitsubishi Fuso eCanter dengan beberapa perusahaan. Tidak semua perusahaan berpartisipasi dalam uji coba ini.
Mereka membutuhkan tim untuk menguji Mitsubishi Fuso eCanter.
“Sejak diperkenalkan pada tahun 2022, kami telah melakukan kegiatan POC dengan 10 pelanggan yang tidak memiliki jejak karbon,” jelas Aji Jaya, Direktur Divisi Penjualan dan Pemasaran PT KTB, Selasa (23/7/2024).
Saat POC berlangsung, perusahaan-perusahaan tersebut menyambut baik kedatangan Mitsubishi Fuso eCanter. Mereka mengaku mendapat banyak manfaat setelah menggunakan kendaraan listrik produksi Mitsubishi Fuso sebagai model bisnisnya. Mitsubishi Fuso eCanter hadir di GIIAS 2024. – (Beritasatu.com/Wahyu Sahala Tua)
Mereka mampu mengurangi biaya operasional seperti konsumsi bahan bakar dan pemeliharaan. Belum lagi masalah keselamatan yang meningkat dibandingkan kendaraan niaga konvensional.
“Kalau pakai mobil tidak butuh bahan bakar, hanya butuh energi listrik. Ini langsung mengurangi biaya operasional. “Anda perlu melihat bagian-bagiannya, tidak perlu mengubahnya. Ini akan segera menekan biaya,” kata Aji Jaya.
Hal tersebut dibenarkan oleh Bayu Aprizal, CEO Product Strategy Unit PT KTB yang mengaku membandingkan biaya produksi Mitsubishi Fuso eCanter dengan kendaraan niaga konvensional.
“Fuso eCanter memiliki biaya operasional yang lebih baik hingga 40%. Jumlah ini penting bagi pemilik usaha,” ujarnya.
Menurunkan biaya produksi dan tingkat emisi menjadi alasan utama PT KTB meluncurkan Mitsubishi Fuso eCanter. Prosesnya memerlukan perjuangan.
Tentu saja Mitsubishi Fuso eCanter tidak memiliki dukungan yang dibutuhkan. Kendaraan listrik seperti Mitsubishi Fuso eCanter tidak mendapat dukungan pemerintah seperti insentif dan kebijakan yang menarik.
Read More : 64 Persen Traffic Web Global Berasal dari Smartphone
Tak heran jika tanda tanya selalu muncul setiap kali kita membicarakan kendaraan listrik. Banyak orang mengira harga mobil listrik sama dengan mobil listrik? Dengan pertanyaan apa yang mungkin dilakukan pemilik kendaraan listrik.
Situasi ini akan menyulitkan PT KTB dan mereka akan terlihat menempuh jalan sepi. PT KTB nampaknya harus bekerja sendiri untuk mengurangi emisi yang sebagian besar disebabkan oleh kendaraan niaga.
Selain itu, kondisinya juga sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan data korlantas.polri.go.id pada Mei 2023, jumlah kendaraan niaga mencapai 5.934.803 unit. Ketersediaan kendaraan niaga tidak hanya berdampak besar terhadap perekonomian tetapi juga terhadap lingkungan dan kondisi jalan.
“Hal ini kami lakukan sebagai upaya memberikan kontribusi kepada negara,” jelas Aji Jaya.
Langkah PT KTB merangkul dunia dalam penurunan emisi tidak hanya sebatas menghadirkan Mitsubishi Fuso eCanter.
Saat ini seluruh kendaraan niaga yang dibawa Mitsubishi Fuso ke ajang GIIAS 2024 sudah dibekali Euro 4 Hadir dengan teknologi emisi berstandar Euro 4, mesin 4V21 untuk Canter dan mesin 6M60 untuk Fighter yang lebih tinggi pada RPM panjang. pekerjaan itu lebih baik.
Selain itu, Resirkulasi Gas Buang, Ventilasi Crankcase Positif, dan Knalpot Katalis Oksidasi Diesel dapat menurunkan kadar emisi NOx (Oksida Tan -Nitrogen) sehingga meningkatkan emisi kendaraan.
“Kami sebagai market leader kendaraan niaga di Indonesia akan selalu mendukung kebijakan pemerintah, salah satunya adalah penggunaan teknologi Euro4 pada seluruh kendaraan kami,” kata Aji Jaya.