Bogor, Beritasatu.com – Ratusan siswa SMP, SMK, dan SMA Vidya Kusuma di Kliongsi Kedol, Kecamatan Siliongsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat terancam ikut belajar mengajar karena wajah publikasi sekolah yang terjadi. pada Senin (25/11/2024). Sayangnya, dalam rangka Hari Guru Internasional, ratusan siswa tidak dapat mengikuti pembelajaran.
Read More : Kalipinusan di Lumajang Bikin Libur Lebaran Semakin Sejuk
Berdasarkan analisa Beritasatu.com, hal itu menyebabkan aktivitas sekolah terganggu, dan siswa dipulangkan untuk cuti hingga jangka waktu yang tidak diketahui. Hal ini menyebabkan kekacauan di wilayah tersebut.
“Kami dengar ada sengketa tanah antara dua PT, terkait masalah kriminalitas dan pinjam meminjam uang,” kata Kepala Sekolah SMP Vidya Kusuma Jonny Samardi kepada Beritasatu.com di lokasi kejadian.
Juni mengatakan tentang masa depan murid-muridnya bahwa pihak sekolah akan mencarikan jalan bagi mereka dan ia berharap kontroversi tempat tersebut tidak menghambat pendidikan dan pelatihan.
Ia berkata: “Kami berharap konflik ini segera berakhir, sehingga sekolah dapat berjalan dengan lancar.”
Sementara itu, Ketua Advokat PT Minari di Indonesia, Baginda Siturus, mengatakan pihaknya telah memberikan kesempatan kepada Yayasan Vidya Kusuma untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secepatnya.
Dia berkata: “Masalah ini bisa saja diselesaikan sebelumnya.
Kepala sekolah menyampaikan belasungkawa kepada siswa dan guru yang terkena dampak penutupan sekolah, khususnya pada Hari Guru Nasional.
Dia menambahkan: “Saya tidak menyembunyikannya, saya minta maaf kepada siswa dan guru.”
Read More : Gagal Keroyok Satpam, Pria di Bekasi Malah Tewas Ditikam Teman
Bosnya menegaskan, perselisihan itu bukan soal utang, melainkan soal jual beli tanah, dan ia tercatat memiliki izin tanah sejak 2018.
Danta, siswa SMA Vidya Kusuma mengungkapkan kesedihannya karena tidak bisa mengikuti pelajaran.
“Sekolahnya tutup, saya tidak tahu ada pemberitahuannya. Papannya sudah dipasang beberapa minggu lalu,” ujarnya.
Di hari guru itu, Danta merasa sedih dan berharap masalah penutupan Vidya Kusuma segera berakhir, sehingga sekolah bisa berjalan seperti biasa.
“Kami berharap dapat kembali berlatih dan mengajar seperti sedia kala,” harapnya.
Perlu diketahui, sengketa lahan antara PT Tata pengelola Yayasan Pendidikan Vidya Kusuma dengan PT Mentri Sahab Indonesia telah berlangsung lebih dari 6 tahun, sejak tahun 2018, terkait SHGB No. 4751.