Jakarta, Beritasatu.com – Korea Utara (Korut) meluncurkan 10 rudal balistik jarak pendek pada Kamis (30/5/2024) pagi. Langkah itu dilakukan setelah Korea Utara mengirimkan ratusan balon pembawa sampah dan ternak ke Korea Selatan (Korsel). Langkah tersebut dikritik oleh militer Amerika Serikat (AS).
Read More : Israel dan Hamas Didesak Tim Mediator untuk Selesaikan Kesepakatan Gencatan Senjata
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan militer Korea Selatan telah meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan atas peristiwa tersebut sambil terus berkoordinasi dengan para pejabat AS dan Jepang mengenai rudal Korea Utara.
JCS mengatakan pihaknya melihat sebuah kendaraan terbang yang diyakini merupakan rudal balistik jarak pendek. Rudal tersebut diluncurkan dari wilayah Sunan di Pyongyang Korea Utara menuju Laut Timur. Saat ini militer Korea Selatan sedang melakukan uji coba rudal balistik.
Korea Utara telah memperingatkan akan adanya pembalasan terhadap selebaran anti-Pyongyang yang dikirim oleh aktivis Korea Selatan, sebelum mengirimkan balon raksasa berisi sampah dan kulit sapi.ย
Peluncuran rudal balistik tersebut terjadi setelah Korea Utara gagal meluncurkan satelit militer kedua pada awal pekan ini.
Read More : Turki Sambut Gencatan Senjata Iran-Israel, Erdogan Desak Diplomasi
Militer Amerika mengecam peluncuran rudal terbaru Korea Utara. Dia mendesak Korea Utara untuk menahan diri dari tindakan destabilisasi dan ilegal.
โAmerika Serikat mengutuk tindakan ini dan menyerukan Korea Utara untuk berhenti,โ kata Komando Indo-Pasifik AS dalam sebuah pernyataan.