JAKARTA, BERITASATU.COM – Menteri PUL Menteri PUL (PU) Doddy Hangodo mengatakan bahwa kenaikan tarif pajak (PPN) proyek infrastruktur pemerintah akan meningkatkan biaya pembangunan proyek infrastruktur pemerintah sebesar 12 persen. PPN akan meningkatkan harga elemen yang tumbuh dan mendukung pengeluaran operasional.
Read More : Gagal Menguat, IHSG Ditutup Ajlok ke 6.881
“(12 persen PPN) pasti akan berdampak. Tentu saja harganya akan dinaikkan dan lebih banyak lagi adalah Howver itu adalah nanila, itu belum. Kita harus berbicara dengan para pemangku kepentingan pemangku kepentingan yang terlampir,” ketika dia Bertemu PPN/ Kantor di Bappenus, Senin (18.11.11./2024).
Dody menjelaskan bahwa timnya akan menyiapkan banyak upaya untuk memprediksi biaya seperti transfer anggaran. Kementerian Pekerjaan Umum akan fokus pada anggaran pada proyek prioritas Subanto.
“Kemudian, cukup hapus anggaran kiri kanan itu harus dihapus, karena anggaran tahun 2021 sekarang diadopsi pada tahun 2021, namun, fokusnya masih sedikit berubah, karena sekarang anggaran bisa lebih dari 2021,” jelasnya.
Dody telah menemukan bahwa proyek yang akan memprioritaskan pekerjaan publik adalah perlindungan makanan, air, dan energi. Proyek pengembangan fisik yang besar sebagai bendungan dan irigasi akan ditolak sementara.
“Jadi, dengan keterbatasan anggaran hari ini, kami menghidupkannya kembali. Kami mendukung bahwa kami dapat berhasil dalam warisan presiden Prabo Praboo, dalam hal makanan, energi, dan perlindungan air,” katanya.
Read More : IHSG Bertambah 1 Persen Lebih di Sesi I Perdagangan Bursa Jumat 17 Mei 2024
Namun, Dody gagal menjelaskan anggaran yang akan diberikan uang untuk program makanan, energi dan keamanan air. Dia masih membahas masalah ini dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Keuangan.
“Semua dana infrastruktur untuk sementara ditangkap oleh Menteri Keuangan untuk sementara oleh instruksi Presiden. Hanya nanti kita akan duduk bersama dengan kepala Bappanus.