Jakarta, Bertasatu.com – Menteri Perumahan dan Rumah (CPP), Garam Maruarar, penekanan tidak memungkinkan penggunaan ladang untuk kemajuan rumah. Kebijakan ini didefinisikan sebagai komitmen pemerintah dengan memelihara pangan dan tekad nasional.
Read More : Red Sparks vs Indonesia All Stars, Wilda: Rasanya Kayak Tarkam
“Lapangan tidak boleh digunakan di rumah,” katanya, Kamis (4/17/2025).
Meskipun pemerintah mendorong 3 juta rumah, pentingnya mematuhi keseimbangan antara kebutuhan dan durasi lahan yang produktif.
“Kementerian CPP ingin membangun rumah untuk publik, tetapi juga ketahanan pangan juga terbatas. Pemerintah ingin makan,” katanya.
Dia mengatakan, seluruh dunia di area pembangunan adalah tantangan besar. Namun, solusi untuk tantangan ini seharusnya tidak mengorbankan pertanian.
“Eksperimen yang masuk sangat berat. Namun, jangan menyelesaikan masalah di rumah dengan ladang. Kami khawatir produksi pangan itu,” katanya.
Untuk menemukan solusi, kementerian CPP bekerja dengan berbagai pihak termasuk pencipta, untuk menentukan tempat yang tepat untuk pertanian, terutama yang masih berhasil.
Read More : Olimpiade Paris 2024: Pelatih Minta Apriyani/Fadia Tetap Bermain Maksimal di Laga Terakhir
“Saya, sebagai menteri CPP, yang pasti akan menemukan solusi untuk bumi, tetapi bumi bukan tanaman, terutama produk kami,” jelasnya.
Sebagai langkah pertama, ia berencana untuk bertemu dengan Gubernur Java Western, Dedi Mustadi, dan pengembang. Berlangganan jumlah nomor pertanian di Jamaly West Java dikonversi.
“Kami akan melakukan pertemuan untuk membahas masalah negara Jawa Barat. Mr. Muulyadi juga akan menyerang.