Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Hilir/Penanaman Modal (BKPM), Rosen Roslani menjadi pembicara pada Investor Daily Roundtable Discussion bertajuk “Strategi Mendatangkan Investasi Teknologi Tinggi” yang digelar di sini. Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (29.11.2024). Diskusi tersebut dipimpin oleh Executive Chairman B-Universe, Engartiasto Lukita, dan mengambil langkah-langkah strategis untuk mempercepat akses terhadap investasi teknologi tinggi untuk mendukung transformasi perekonomian nasional.
Read More : Bus Persik Dilempar Batu, Polisi dan Panpel Arema Evaluasi Pengamanan
Rosen menjelaskan, Indonesia telah memiliki ekosistem digital yang layak, baik dari segi infrastruktur maupun aplikasi, sehingga mampu bersaing secara regional. Ia mencontohkan perkembangan cloud computing di Asia Pasifik sebagai indikator positif, tumbuh sebesar 25% selama periode 2018-2023.
“Selanjutnya, berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2024, investor optimis bahwa pendanaan swasta di Asia Tenggara akan beralih ke sektor perangkat lunak dan layanan yang terkait erat dengan penelitian dan pengembangan (R&D). “Pemerintah kini fokus mengembangkan infrastruktur dan aplikasi untuk mendukung tren investasi di sektor tersebut,” jelas Rosen.
Lebih lanjut Rosen menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program kemitraan antara sekolah bisnis dengan dunia usaha dan industri (DUDI). Hingga Semester I 2024, hampir 90% perguruan tinggi politeknik telah menjalin kerja sama dengan 1.655 DUDI untuk memastikan lulusan profesional memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Selain itu, pemerintah juga membuka peluang untuk menjalankan universitas kelas dunia di Indonesia. Saat ini tiga universitas asal Inggris dan Australia telah membuka cabang di Malang, Bandung dan BSD. Harapannya, kehadiran mereka akan menciptakan tenaga kerja dengan keterampilan yang relevan seperti keamanan siber, ilmu data, ekonomi digital, hukum digital, desain perkotaan, dan keberlanjutan, tambah Rosen.
Sektor dengan investasi teknologi tinggi
Read More : Polda Metro Jaya: Markas Judi Online di Teluknaga Beromzet Rp 10 Miliar
Pemerintah telah mengidentifikasi bidang-bidang prioritas untuk investasi teknologi tinggi, yaitu industri baterai dan ekosistem kendaraan listrik (EV) beserta komponennya, pusat data dan perangkat lunak serta layanan, industri energi terbarukan seperti panel surya, dan farmasi, kesehatan, semikonduktor dan sektor elektronik lainnya.
“Kami aktif berdiskusi dengan calon investor untuk memastikan ketersediaan pekerja dengan keterampilan yang tepat untuk mendukung operasional perusahaan teknologi tinggi,” tutup Rosen.