JAKARTA, Beritasatu.com – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyambut baik kepercayaan baru perusahaan farmasi milik negara Biopharma dalam membantu mendistribusikan vaksin ke seluruh dunia. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Eric Tuhr mengatakan, hal ini merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan farmasi pelat merah dalam berkontribusi terhadap kesehatan global.
Read More : Donald Trump Ditembak, Ini Dampaknya pada Pasar Keuangan Global dan Indonesia
“Saya menerima laporan tersebut dan saya yakin kami akan menjadi bagian dari pemain global untuk membantu masalah kesehatan global,” kata Eric Tuhr, Jumat (11/10/2024) di BUMNYA, Jakarta.
Biopharma telah membantu memvaksinasi 700 juta anak di seluruh dunia hingga saat ini, kata Eric. Distribusi ini dilakukan di 150 negara, ujarnya.
“Artinya keberhasilan ini bergantung pada konsistensi, dan kita adalah negara besar dengan ekosistem rantai pasokan global,” kata Eric Tuhr.
VP Biopharma Soleh Ayubi mengumumkan keberhasilan Biopharma dalam menyalurkan berbagai vaksin senilai hingga Rp 1,4 triliun pada tahun 2025 di Sao Paulo, Brazil.
Hasil ini dicapai berdasarkan pertemuan besar perusahaan farmasi global yang dihadiri oleh WHO, UNICEF dan pembeli dari berbagai negara.
Read More : Siap Lindungi Ekosistem Ekonomi Kreatif, BSSN Gandeng Kemenekraf
“Di São Paulo, Brazil, kami kembali dipercaya untuk menyediakan berbagai vaksin polio, diare, tetanus, dan pertusis dengan total dana sebesar Rp 1,4 triliun pada tahun 2025. Jumlah ini akan terus bertambah.” kata Saleh Ayubi di Kementerian BUMN.
16 mengungkapkan, angka tersebut merupakan target Biopharma sebesar Rp3 triliun di pasar ekspor. Secara khusus, penyediaan vaksin kepada 700 juta anak di dunia masih merupakan hal yang penting, katanya.
“Makanya kami tetap berupaya untuk meningkatkan produk dan menjaga keamanan rantai pasok. Kalau ada pemadaman di Pasteur, Bandung, pabrik kita misalnya, ada 153 negara yang terdampak dan tertunda. 153 negara, itu tidak mudah. , penting banget,” jelas Sulla.