Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua LPEM UI Jahen Fachrul Rezki mengatakan, para menteri bidang perekonomian era pemerintahan Jokowi yang kembali dipanggil Presiden terpilih Prabowo harus mengambil kebijakan luar biasa. Hal ini diperlukan untuk memenuhi ambisi dan janji presiden terpilih.

Read More : Profil Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol

“Menteri-menteri bidang perekonomian era Jokowi yang dipilih oleh Presiden terpilih Prabowo tidak bisa mengambil kebijakan business-as-usual, tetapi harus mengambil kebijakan yang luar biasa untuk memenuhi aspirasi dan janji-janji yang disampaikan Presiden terpilih,” kata Jahen Fachrul dalam Sidang Khusus Live Beritasatu. Kabinet Ekonomi Prabowo dan Gibran, Kamis (7/10/2024).

Menurut Jahen, banyaknya menteri perekonomian yang dipanggil kembali oleh Presiden terpilih Prabowo di era Presiden Jokowi merupakan tanda adanya kesinambungan. 

“Menteri Perekonomian di era Jokowi adalah orang-orang yang berpengalaman sehingga ada kecenderungan untuk melanjutkan kebijakan yang selama ini diterapkan. Kata kuncinya adalah keberlanjutan. Pertanyaannya sekarang apakah tim ekonomi yang ada saat ini akan mampu memenuhi ambisi presiden terpilih?” katanya.

Seperti diketahui, Presiden terpilih Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8%. Memang, Prabowo optimistis dan yakin bisa meraih hasil di atas angka tersebut dalam 2-3 tahun ke depan.

Read More : Libur Nataru, Penumpang KAI Daop 9 Jember Membeludak 3 Kali Lipat

Menteri-menteri perekonomian yang dipanggil kembali oleh Prabowo di bawah Presiden Jokowi antara lain Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartaro, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono.

 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *