LUMAJANG, BERITASATU.COM – Menteri Urusan Sosial (Menteri Urusan Sosial), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menekankan pentingnya penguatan ekonomi sebagai langkah yang signifikan untuk mengurangi kemiskinan dengan cara yang berkelanjutan. Ini disiarkan di Lumajang Regency, Arya Wiraj Hall pada hari Jumat (30/30/2012) selama dialog dengan 294 kolom sosial.
Read More : Daftar Harta Kekayaan Elon Musk yang Ditunjuk Donald Trump Jadi Kepala Departemen Efisiensi Pemerintah
“Bantuan sosial hanya sementara. Yang abadi untuk memperkuat status. Di Presiden Prabow, kami fokus pada komunitas independen,” kata Gus Ipul.
Pada kesempatan ini, ia meminta Lumajang Regency untuk mendukung data dan data berbasis potensial lokal untuk mendorong keluarga penerima (KPM) mendaki.
Gus Ipul menekankan bahwa semua intervensi sosial sekarang harus didasarkan pada data ekonomi sosial dan nasional (DTSEN), tidak hanya pada rekomendasi para pemimpin lokal.
“Jika data tidak sempurna, biarkan diperbaiki, tetapi DTSEN harus menjadi warisan utama. Pemerintah setempat memainkan peran besar dalam memberikan data yang akurat,” katanya.
Salah satu model penguat yang digunakan di Lumaang adalah pemrosesan tiket pisang untuk produk penjualan seperti kertas daur ulang atau produk kerajinan.
Menurut Gus Ipul, Lumajang sangat potensial karena dia adalah salah satu pusat pisang terbesar di bagian timur Java. Program ini dimulai di Desa Ranuyoso (RAN
“Kami pelatihan, peralatan manufaktur untuk memasuki pasar. Ini bukan hanya wacana,” katanya.
Read More : Toko Kasur di Mustikajaya Bekasi Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyambut inisiatif Kementerian Sosial. Dia menghargai pendekatan khusus dari pelatihan ke pembeli produk.
“Ini banyak membantu kami. Lumajang memiliki lebih dari 6.000 hektar tanah pisang, di berbagai distrik, seperti Senduro, Pasir dan Tempursari,” katanya.
Dia menambahkan di distrik Senduro, dengan pohon pisang hampir setiap sisi rumah, sehingga bahan baku sangat berlimpah.
Sebagai contoh keberhasilan memperkuat situasi Indah
“Kami ingin Lumajang KPM semakin mandiri dan menangani kecanduan bantuan sosial,” pungkasnya.