Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Luar Negeri (Menesneg) Prasetyo Hadi menjamin bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak bermaksud untuk melaksanakan reformasi kabinet. Menurut Hadi, informasi tentang reformasi kabinet yang beredar hanyalah masalah.
Read More : Kejagung Ungkap Peran 7 Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi 109 Ton Emas PT Antam
“Hah, apa yang direformasi? Tidak ada reformasi, tidak,” kata Prasetyo ketika dia menghadiri perayaan partai Gerindra, pada hari Kamis (6 Februari 2025) di Majelis Nasional, Majelis Nasional, Senayan, Jakarta.
Ketika ditanya lebih banyak, Prasetyo menyangkal keberadaan reformasi kabinet. Dia menekankan bahwa pemerintah berfokus pada pekerjaan. ‘TIDAK. Sekali lagi, bekerja lagi, ‘katanya.
Baca Juga: Sekretaris Sekretaris Partai Gerindra membuka suara atas reformasi kabinet Bohowo
Hanya ini yang mengakui bahwa ada penilaian berkelanjutan tentang kinerja para menteri Presiden Mitchowo Subianto. Penilaian mengacu pada perjanjian integral yang ditandatangani oleh menteri dan wakil menteri.
“Itu dinilai secara teratur,” Hadi menyimpulkan.
Sebelumnya, Presiden Mitchowo Subianto membuat sinyal kuat untuk membuat reformasi kabinet atau kabinet setelah 100 hari kerja pemerintah. Sinyal terlihat dalam pernyataan oleh Mitchowo Subianto pada puncak Nu 102 dari Nu 102 di Isora Senayan, Jakarta, Rabu malam (5 Februari 2025).
Read More : Aburizal Bakrie Hargai Keputusan Mundur Airlangga Hartarto dan Apresiasi Capaian Golkar
Bohowo mengatakan orang -orang meminta pemerintah yang bersih dan nyata. Kepala Negara juga menekankan bahwa ia ingin mempertahankan kehendak rakyat.
“Minat hanya untuk negara, orang -orang, tidak ada manfaat lain. Mereka yang tidak benar -benar ingin bekerja untuk semua orang, ya, saya akan melarikan diri! ‘ Kata Bohowo.
Ketua umum partai Gerindra tidak menentukan apakah pernyataan itu menunjukkan bahwa ada reformasi kabinet dalam waktu dekat. Dia hanya memiliki kesempatan untuk membuat lelucon di akhir pernyataannya. “Apakah Anda ingin lebih jelas? Hahaha, ‘katanya.
Pernyataan itu kemudian menyebabkan desas -desus bahwa Bohowo akan melakukan reformasi kabinet