Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotejo Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menco PMK) Muhadir Efendi bercanda memanggilnya “kepala pertambangan” di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis. (1/8/2024).

Read More : Meski Ada Pelantikan Presiden-Wakil Presiden, SIM Keliling Tetap Hadir di 2 Lokasi

Peristiwa itu terjadi saat keduanya mendatangi Istana untuk membahas kebangkitan stadion bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menpora Ditto pertama kali tiba di kompleks Istana Kepresidenan pada pukul 13.25 WIB, berdasarkan pelacakan Beritasatu.com. Beberapa menit kemudian, Menteri Koordinator Muhaddihr datang dan mengikutinya.

Ditto merasakan kehadiran Muhaddir lalu berbalik dan menyapa Muhaddir dengan menjabat tangannya.

“Pak Ketua, Pak Ketua Saya,” kata Ditto sambil tersenyum, dan Muhaddihr langsung membalas senyumannya.

“Ini menggoda,” Muhadir segera tertawa dan memeluknya. Kemudian keduanya memasuki gerbang istana presiden bersama-sama.

Sebelumnya, Ketua Umum PP Muhammadiyah Hadar Nashir Muhadir Effendi menegaskan, penunjukan dirinya sebagai Ketua Kelompok Pengelola Pertambangan Muhammadiyah bukan karena kehadirannya sebagai Menteri Koordinator PMK di pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Read More : IHSG Perdagangan Jumat 14 Juni 2024 Dibuka di Zona Merah

Dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (28/8/2024), ia mengatakan, “Beliau kami tunjuk sebagai Ketua Kelompok Pengurus Pertambangan Muhammadiyah karena beliau merupakan Ketua PPP Perekonomian dan Bisnis Muhammadiyah.

Hadar meminta media tidak mengaitkan penunjukan Muhadir Effendi sebagai Ketua Tim Pengelola Tambang Mohammadiyah dengan penunjukan PMK sebagai Menteri Koordinator.

“Jangan mengira pihak istana akan pergi ke tempat ini,” desaknya.

Selain Muhaddir, Tim Manajemen Pertambangan Mohammadiyah beranggotakan para eksekutif mumpuni di bidang pertambangan seperti Mohammad Sayuti sebagai sekretaris dan anggota lainnya antara lain Anwar Abbas, Hilman Latif, Agung Danarto, Ahmed Dahlan Rais, Bambang Setiaji dan Arif Budimanta. Nantinya mereka mempunyai tugas dan wewenang yang ditentukan dengan ketetapan Muhammad PP.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *