Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumkham) Yasonna Laoli menyatakan siap masuk dalam daftar menteri di DPR RI yang akan direformasi.
Read More : Smartphone Lipat 3 Huawei Mate XT Akan Rilis Global pada 2025 dengan Harga Rp 45 Juta
“Tentang reformasi di bawah kendali penuh Presiden Indonesia. Apakah saya siap? Saya sangat siap,” kata Yasonna saat peluncuran desain baru paspor Indonesia di Jakarta Pusat, Sabtu (17 Agustus 2024).
Saat ditanya media apakah memang akan digantikan, Yasonna hanya meminta menunggu.
“Kita tunggu saja sampai besok atau lusa (Senin, 19 Agustus 2024),” jawabnya.
Belakangan ini isu pergantian personel di pemerintahan kembali mencuat. Salah satu nama yang terkena dampak reformasi adalah Yasonna Laoli.
Sebelumnya, Wakil Presiden Bidang Politik, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana mengatakan pihaknya belum mendengar kabar resmi mengenai reformasi dewan.
Hal itu disampaikan Yusuf saat sosialisasi mengenai rencana pembentukan kembali Parlemen Indonesia Pembesaran dalam waktu dekat.
“Sampai saat ini kami belum mendengar kabar adanya pergantian personel menteri. Presiden bilang ‘kalau perlu’,” kata Yusuf dalam keterangan tertulis di ibu kota nusantara, Kalimantan Timur, Rabu (14/8/2024).
Read More : Cuaca Hari Ini Saat Perayaan Natal, Hujan Landa Sejumlah Kota Besar Indonesia
Yusuf pun menegaskan, sikap Presiden Jokowi benar dalam soal reshuffle kabinet. Presiden Joko Widodo sebelumnya menegaskan, restrukturisasi hanya dilakukan jika diperlukan.
Saya masih punya hak untuk itu,” jelas Jokowi saat bekerja di IKN.
Saat ditanya kemungkinan pergantian menteri, Presiden Jokowi memilih enggan menjawab.
Presiden pun menanyakan kepada media dari mana informasi tersebut berasal. “Katakan siapa? Katakan siapa? Ya, satu kata, saya tidak perlu menjawab, saya tidak perlu menjawab,” pungkas Presiden.