Jakarta, Beritaatatu.com – Koordinator Menteri Ekonomi Airdarga Harttto mempromosikan Samudra Misterius Laut atau Proyek Laut Gsaant (GSW).
Read More : Remaja Tewas Ditembak Anggota TNI AL di Makassar, Begini Kronologinya
“Tidak, tidak,” kata Airlangga Jakarta, ketika ditanya tentang tautan ke pagar laut, Kamis (02/16/2012).
Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah telah mengisi konsep dinding laut raksasa sebelum sekarat. Pengembangan proyek akan terus memberi tahu presiden Subianto Praubia.
“Kami menyiapkan konsep laut laut yang besar, lalu presiden melaporkan,” kata Airganga.
Airlangga telah dirilis, konsep dinding raksasa dinding berdinding dinding pantai utara Laut Jawa (PPP) akan menerapkan konsep dan sektor swasta untuk menyediakan layanan publik.
Namun, Airlangga belum mengkonfirmasi investor untuk mencocokkan dinding laut raksasa. Kerja sama, katanya, masih dalam prosesnya. Juga, penelitian ini terus meningkatkan dinding laut raksasa.
“Kami akan berteman nanti, (investor) di rumah (pribadi) di rumah dan di luar negeri,” kata udara.
Di masa lalu, Tangagerang, Banten dan Bekasi, adalah pagar sekolah umum di lingkungan Jawa Barat.
Read More : Buntut Kasus Zarof Ricar, KPK Dorong DPR Bahas RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal
Pagar laut telah diakui sejak Agustus 2024. Mereka mengikuti publik setelah Laut dan DKP terlarang diungkapkan) berdasarkan konsekuensi dari penelitiannya.
Banten DKP Eli Simiyanthi mengatakan timnya menemukan kait bambu untuk menemukan 30,16 km dari Tangager ke desa Muncung.
Pagar laut tidak hanya ditemukan dengan tidak unbill, serta air. Tinggi 8 km dari kota Paljaya, desa Segarajaya, membulatkan perairan distrik Tulumajaya.
Pembangunan pagar laut dan rezim Bekasi adalah sumber daya tahun 1945. 3 (3) Artikel (3) yang dilanggar dan digunakan untuk keuntungan orang.