Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinasi Infrastruktur dan Pembangunan akan aktif di Harjurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya kerja sama global dengan tantangan urbanisasi dan perubahan iklim.
Read More : Impor April 2024 Turun 10,60 Persen
Itu dipindahkan ke komentar awal di Forum Kota BRICS ke -4 yang diadakan di Istana Italia Kementerian Luar Negeri Brasil.
Menurutnya, masa depan komunitas dunia sebagian besar ditentukan oleh pengembangan kota saat ini.
“Sebagai negara di mana populasi terbesar keempat di dunia ada di dunia, Indonesia ada di sini untuk membawa harapan dan tanggung jawab untuk membentuk masa depan yang lebih adil, tahan lama dan berkelanjutan,” kata Ahy dalam sebuah forum pada hari Selasa (26.06.206/2025).
Ahy menekankan dua tekanan utama yang dihadapi tingkat urbanisasi, termasuk Indonesia, termasuk Indonesia, dan risiko perubahan iklim semakin jelas. Dia mengungkapkan bahwa lebih dari setengah populasi Indonesia saat ini tinggal di kota dan angka ini akan meningkat menjadi 70% pada tahun 2045.
“Kita perlu memastikan pertumbuhan kota yang inklusif dan sulit. Tidak ada yang harus tinggal,” katanya.
Indonesia, kata ahy, mendorong akses terintegrasi ke sistem infrastruktur lahan, perumahan, transportasi, air, dan energi yang berkelanjutan.
Read More : Ketua Kadin Sebut Jepang Tertarik Investasi di Sektor Kesehatan hingga Transisi Energi di Indonesia
“Tujuan dari setiap investasi adalah untuk menghasilkan berbagai keuntungan, yaitu pekerjaan yang layak, kekerasan yang lebih kuat, martabat yang lebih tinggi dan kemakmuran berkelanjutan,” jelasnya.
Ahy juga menyerukan kolaborasi antara anggota BRICS -dan menggunakan inovasi dan keunggulan mereka dalam mengelola urbanisasi. Dia menyebutkan beberapa contoh dari perumahan sosial di Brasil, dari teknologi kota ke konektivitas pulau -pulau yang dikembangkan oleh Indonesia.
“BRICS memiliki potensi untuk menjadi mesin perubahan global. Indonesia siap berkontribusi pada data, proyek percontohan, dan kebijakan praktis. Bersama -sama kita dapat membentuk masa depan kota inklusif yang tahan terhadap iklim dan rooting pada prioritas dan inovasi global Selatan,” pungkasnya.