Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, kerja Dana dan Anggaran Negara (APBN) dan Dana dan Anggaran Daerah (APBD) sangat penting bagi perekonomian. Seharusnya banyak pakar yang terlibat dalam meneliti dan menganalisis informasi mengenai cara kerja APBN dan APBD serta dampaknya terhadap perekonomian dan kehidupan masyarakat 2024). Menurutnya, seluruh departemen di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) harus memahami APBN dan APBD agar bisa teratur dalam memahami tanggung jawab pengelolaan dana masyarakat. Kementerian Keuangan membentuk kelompok pakar lokal dan regional serta membangun Regional Economic Forum (RCE) di setiap kantor Kementerian Keuangan. Dengan semakin pahamnya masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap APBN dan APBD, maka akan semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan dan penyimpanan uang negara untuk mencapai tujuan nasional.
Read More : Polres Bogor Bantah Polisi Patwal Tendang Pengendara Motor di Puncak
Baca Juga: Kemenkeu Minta Rp 15 Triliun Dari Penerbitan SBR013 “Ini merupakan salah satu upaya Kementerian Keuangan untuk mendorong debat publik dan meningkatkan keseimbangan demokrasi kita serta mendorong dan membangun gaya hidup sehat. budaya akuntabilitas publik yang kuat,” ujarnya. Forum RCE dalam hal ini Direktur Kantor Wilayah (Ditjen) Perhendaraa, pakar daerah dan pakar lokal, serta pimpinan perwakilan Kementerian Keuangan di daerah membangun sinergi dalam rangka komunikasi antar pusat perekonomian. pemerintahan dan wilayah. Pakar daerah dan pakar lokal serta mahasiswa dan pakar dari perguruan tinggi yang memiliki keterampilan, keahlian atau keahlian di bidang ekonomi dan keuangan yang dikukuhkan oleh Kementerian Keuangan sebagai mitra yang bertanggung jawab mengkoordinasikan analisis regional dan memberikan rekomendasi untuk mendukung pelaksanaan RCE.