Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pengobatan diabetes yang terlambat dapat menyebabkan komplikasi serius seperti ketoasidosis diabetik (KAD). Sementara itu, 70% pasien diabetes yang terlambat mendapat pengobatan mengalami komplikasi serius.
Read More : Calon Dewas KPK Benny Mamoto Beberkan Alasan KPK Banyak Kalah pada Praperadilan
“DKA atau komplikasi serius ini terjadi pada 70% pasien diabetes yang terlambat mendapat pengobatan. Jika sampai pada kondisi ini, risiko kematiannya sangat tinggi. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting,” kata Menkes. dalam pikiran. . Dilansir Antara Minggu (24/11/2024) Hari Diabetes Sedunia di Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Ia mengatakan, mengobati diabetes sejak kecil jauh lebih murah dan efektif dibandingkan mengobati diabetes itu sendiri.
Menkes juga menekankan pentingnya diagnosis dini dan pengobatan diabetes pada anak, mengingat kekhawatiran akan peningkatan diabetes tipe 1 pada anak di Indonesia maupun di dunia.
“Saya heran banyak anak-anak di dunia, termasuk Indonesia, yang mengidap diabetes tipe 1 sejak kecil. Diabetes tipe 1 bisa berakibat fatal jika tidak ditangani sejak dini,” kata Budi Gunadi Sadikin.
Menteri Kesehatan Budi mengatakan, keterlambatan pengobatan diabetes tipe 1 bisa berakibat fatal dan berujung pada kematian.
Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut, Menkes menyatakan dukungannya terhadap inisiatif pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto, yaitu program pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, termasuk anak-anak.
Read More : Wakil Ketua Komisi VII DPR Tegaskan RUU Wantimpres Bukan Politik Balas Budi
“Saya memutuskan untuk memasukkan skrining diabetes pada anak-anak agar masalah ini dapat dideteksi sejak dini dan diobati dengan cepat,” kata Menteri Kesehatan.
Ia mengatakan, kedepannya puskesmas dapat melayani pasien diabetes dengan memberikan insulin untuk mengobati diabetes sejak kecil. Pihaknya saat ini sedang mengkaji dan melakukan penelitian mengenai kesiapan puskesmas dalam memberikan insulin kepada penderita diabetes.
“Saat ini kami sedang melakukan penelitian dan penelitian karena diabetes bisa berbahaya jika terlambat ditangani. Sedangkan kalau terdeteksi lebih dini, pengobatannya lebih murah dan cepat,” kata Menkes.