Jakarta, Beritasatu.com – Raja Julie Antoni, Menteri Bos, mengungkapkan bahwa ada 7 juta hektar tanah yang memiliki kehutanan sosial. Program ini adalah bagian dari strategi nasional untuk mendukung keamanan pangan, yang merupakan prioritas Presiden Praboov Subian.

Read More : KPK Pastikan Banding Seusai Gazalba Saleh Bebas

“Program kehutanan sosial ini telah menjadi rencana strategis nasional,” katanya di Karaavang pada hari Sabtu (15/15/2025).

Raja Julie menjelaskan bahwa hutan sosial telah dimulai sejak pemain presiden. Pada saat itu, digunakan pada 12,7 juta hektar tanah, dan sekitar 8,3 juta hektar digunakan oleh penduduk.

“Ada 12,7 juta hektar tanah yang telah bekerja di masa lalu, dan sekitar 8,3 juta hektar telah digunakan oleh penduduk. Dengan kata lain, masih ada sekitar 4 juta hektar tanah,” jelasnya.

Melalui ID baru -baru ini, Antoni menemukan potensi lahan tambahan 7 juta hektar yang dapat digunakan oleh petani untuk kehutanan sosial.

“Kami sedang belajar lagi, potensi dapat tumbuh hingga 15 juta hektar. Itu berarti ada 7 juta hektar lahan lainnya yang dapat memperoleh akses ke pertanian,” katanya.

Read More : Sidang Harvey Moeis Masuki Tahap Mendengarkan Kesaksian Ahli

Raja Juli mengundang petani untuk memaksimalkan fungsi hutan untuk keamanan makanan dan energi sambil menjaga stabilitas hutan.

‘Sebelumnya, petani dilarang memasuki hutan dan mengikuti dengan hati -hati Kepolisian Hutan. Sekarang pendekatannya lebih manusiawi.

Raja Juli menekankan bahwa potensi tanah masih sangat besar untuk kehutanan sosial dan dapat digunakan oleh masyarakat.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *