JAKARTA, BERITASATU.COM – Istri Fawzi, Marissa Haque, yang seniman dan politik Indonesia meninggal pada hari Rabu (2/10/2024).

Read More : Paparan Cahaya Terlalu Terang pada Malam Hari Berisiko Tertular Diabetes

Sehari sebelum kematiannya, diketahui bahwa Marissa masih melakukan kegiatan seperti biasa, salah satunya.

Kematian Marissa Haque pada usia 61 tahun cedera kiri pada industri hiburan Indonesia. Marissa adalah bintang bioskop terkenal di tahun 80 -an dan 90 -an. Berbagai peran telah dibaca untuk menciptakan keterampilannya tanpa keraguan.

Berikut adalah serangkaian film yang dimainkan oleh Marissa Haque.

Garis film Marissa Haquemsa membuat debutnya di aktingnya pada tahun 1980 bermain mirna dalam film Fiori. Dalam film itu, ia bertabrakan dengan banyak aktor terkenal lainnya, salah satunya adalah RNO Karno.

Kariernya terus meningkat setelah banyak pujian berkat kemampuannya untuk bertindak. Pada tahun 1981, Marissa kembali memainkan peran dalam film dengan saya, IQ Squatd dan Karma Law.

Kemampuan dan keindahannya memungkinkannya bertahan lama di sektor hiburan. Bahkan, Marissa juga menerima panggilan untuk menjadi bintang periklanan dan memainkan peran dalam opera sabun.

Read More : Rizky Febian dan Mahalini Raharja Menikah Hari Ini di Hotel Mewah Jakarta

Pada tahun 1985, ini bisa menjadi landasan peluncuran terbesar bagi Marissa selama akting, karena memenangkan hadiah di Festival Film Indonesia (FFI). Selama tahun ini, Marissa bermain dalam lima film yang berbeda, yaitu fragmen mutiara, tidur di atas kaca, runtuh, matahari dan melintasi badai.

Pada tahun 1990 dan 1991, Marissa berperan dalam tiga film, yaitu perasaan wanita, dua orang yang cinta dan terkasih. Dalam dua film terakhir, kedamaian dua tahun pada tahun 1990 dan seorang kekasih pada tahun 1991, Marissa juga bermain produsen. Ikang Fawzi juga memainkan peran jurnalis dalam film terbaru Marissa.

Hadiah Marissa Haquab Kelaya di industri film membuat tindakan Marissa tak tertahankan. Pada tahun 1985, Marissa memenangkan hadiah untuk dukungan wanita terbaik di Festival Film Indonesia. Dia memenangkan hadiah setelah memainkan peran Lia dalam film take -off untuk seorang kekasih pada tahun 1984.

Pada tahun 1987, Marissa dinobatkan sebagai protagonis wanita terbaik di Festival Bioskop Indonesia. Marissa memainkan peran sang dewi dalam film Let the Moon pada tahun 1986. Namun, dia tidak memenangkan hadiah.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *