Paris, Beritasatu.com – CEO Telegram Pavel Durov buka-bukaan di Telegram tentang keputusannya menjadi donor sperma. Dia melakukan ini karena rasa tanggung jawabnya untuk membantu banyak pasangan memiliki anak.
Read More : Israel Mulai Perintahkan 100.000 Warga Palestina Keluar Rafah
“Pimpinan klinis memberi tahu saya bahwa materi donor berkualitas tinggi sangat terbatas dan kewajiban saya adalah menyumbangkan cukup sperma untuk membantu banyak pasangan secara anonim,” tulis Durov, seperti dilansir USA Today, Senin (2/9/2024).
Durov mengklaim bahwa spermanya sejauh ini telah membantu lebih dari 100 pasangan memiliki anak di 12 negara, katanya, seraya menambahkan bahwa spermanya masih dibekukan dan tersedia untuk digunakan secara anonim.
Durov berencana membuka sumber DNA-nya agar anak kandungnya bisa dengan mudah menemukan satu sama lain. “Saya ingin membantu menghilangkan stigma donor sperma dan menjadikan banyak pria sehat sehingga keluarga yang berjuang untuk memiliki anak memiliki lebih banyak pilihan,” tulisnya.
Pavel Durov menjadi sorotan publik. Dia ditangkap di Prancis setelah platform Telegram miliknya dituduh melakukan berbagai pelanggaran hukum seperti mendistribusikan materi pelecehan seksual terhadap anak-anak dan perdagangan narkoba. Telegram diduga menolak memberikan informasi atau dokumen yang diminta penyidik. Tapi, kini dia sudah dibebaskan dengan jaminan.
Read More : Trump Tuding Pernyataan Biden dan Harris Picu Penembakan Dirinya
Lahir di Rusia pada 10 Oktober 1984, Pavel Durov merupakan seorang pengusaha yang mengubah wajah dunia digital dengan peluncuran Telegram pada tahun 2013. Di tengah dominasi WhatsApp, Telegram menjadi pilihan banyak orang. Kerahasiaan.