Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengingatkan para pemimpin daerah untuk segera mencairkan anggaran pilkada ke KPUD dan Bawaslu daerah. Khususnya daerah yang telah menandatangani Dokumen Penerima Hibah Daerah (NPHD) sebagai wujud komitmen pemberian dana pengelolaan pemilu kepada KPU dan Bawaslu daerah.

Read More : Partisipasi Astra di COP29 Baku: Kontribusi Keberlanjutan untuk Dukung Ketahanan Iklim Indonesia

“Saya juga meminta kepada pimpinan daerah lain untuk segera mengalihkan alokasi anggaran yang ada ke KPUD, tinggal 5 bulan lagi,” kata Tito usai rapat evaluasi pemilu 2024 bersama KPU, Bawaslu, dan DPR, di Senaya Parlemen. . Komplek, Jakarta, Rabu (15/5/2024).

Tito menjelaskan, saat ini 40 persen anggaran pilkada baru terealisasi pada tahun lalu, oleh karena itu ia meminta pimpinan daerah segera merealisasikan sisa 60 persen tersebut. Ia menegaskan, anggaran pilkada sangat dibutuhkan lembaga pemilu seperti KPUD untuk menyiapkan segala kebutuhan termasuk logistik.

“KPUD harus melakukan banyak persiapan, termasuk logistik yang harus dibayar. Jadi segera transfer. “Kita harus pastikan ketika dilimpahkan ke KPUD, Bawaslu, TNI Polri, otomatis pilkada di daerahnya masing-masing selesai,” ujarnya.

Tito kemudian menyampaikan kepada daerah yang belum menyerahkan sisa anggaran pilkada ke KPUD. Salah satunya adalah Kecamatan Pulau Taliabu.

Read More : Analis Sebut China Bisa Rebut Taiwan Tanpa Perlu Kekuatan Militer, Begini Caranya

“Yang tidak masuk KPUD (penyiaran) sudah kami periksa, itu Kabupaten Pulau Taliabu dan pasti akan kami tindak lanjuti,” tutupnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *