Jakarta, Beritasatu.com – Pada 20 Oktober 2024, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden (wapres) Republik Indonesia. Setelah memenangkan Pilpres 2024 dan mendapatkan amanah, kini Prabowo-Gibran siap mengemban tugas menjadi nahkoda baru untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Read More : Libur Nataru, Polres Indramayu Waspadai 6 Lokasi Rawan Macet di Jalur Arteri

Upacara pelantikan Prabowo sebagai Presiden RI ke-8 dan Gibran sebagai Wakil Presiden RI ke-14 digelar di Gedung MPR/DPR/DPD Nusantara. Diselenggarakan di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta. Sekitar pukul 09.30 WIB, keduanya dilantik untuk menjalankan tugas sebagai pemimpin Republik Indonesia, sesuai aturan Undang-Undang Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2017.

Mengucapkan janji baru tersebut, untuk selanjutnya Purnawirawan Jenderal TNI Haji Prabowo Subianto dan Bapak Gibran Rakabuming Raka resmi menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2024-2029, kata Ketua MPR Ahmad. Musani

Usai dilantik, Prabowo Subianto memberikan pidato di awal masa jabatannya sebagai presiden. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo kembali menegaskan komitmennya untuk selalu mengedepankan kepentingan rakyat Indonesia.

“Di bawah kepemimpinan Pemerintah Republik Indonesia dan para pemimpin Indonesia dan negara, kami akan mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang tidak memilih, dan akan bertindak jujur. Kami akan mendahulukan kepentingan rakyat. Indonesia dan rakyatnya di atas semua golongan, mengesampingkan kepentingan pribadi kita,” kata Prabowo.

Prabowo pun berjanji akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Prabowo memastikan ketahanan energi dan pangan di Indonesia pada masa pemerintahannya. Presiden Prabowo berjanji akan memastikan bantuan sosial dan subsidi tepat sasaran serta melanjutkan kebijakan bawah laut yang menjadi tulang punggung perekonomian pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Nilai tambah dari produk-produk ini diharapkan dapat meningkatkan kekuatan perekonomian kita sehingga dapat mencapai tingkat kesejahteraan rakyat kita. “Semua barang kita harus bisa dinikmati seluruh rakyat Indonesia,” kata Prabowo.

Ia menekankan, tata kelola pemerintahan yang bersih akan terwujud melalui perbaikan sistem dan supremasi hukum untuk memberantas korupsi. Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan berjanji akan terus melanjutkan politik Indonesia yang independen dan aktif di kancah dunia. – (Antara Foto/Revan Aval Linga)

Tak lupa ia juga memberikan pujian kepada para mantan pimpinan Sukarno, mantan Panglima Komando Pasukan Khusus (Copassus) Suharto, BJ Habibi Abdurrahman Wahid Megawati Soekarnoputri Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo.

“Kami siap menyerahkan kepemimpinan. Kami siap bekerja keras mewujudkan Indonesia emas yang berdaulat kuat dan mandiri menjadi negara yang adil dan makmur. Kami tidak ingin menyusahkan siapa pun. “Kami tidak ingin mengganggu negara lain, tapi kami tidak akan membiarkan negara mana pun mengganggu kami,” kata Prabowo.

Read More : Viral Video IGD RSUD Kota Bekasi Dipenuhi Pasien DBD, Ini Faktanya

Malam harinya usai pengambilan sumpah kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo langsung mengumumkan pemerintahan yang akan mendukungnya selama 5 tahun ke depan. Kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran beranggotakan 109 orang yang terdiri dari 48 menteri, lima pejabat kementerian, dan 59 wakil menteri.

“Atas persetujuan Ketua Umum koalisi kami, kabinet ini kami namai Kabinet Merah Putih,” kata Prabowo di Istana Merdeka Jakarta, Minggu (20/10/2024) pukul 21.15 WIB.

Gerak cepat juga akan terlihat oleh Prabowo yang akan segera dilantik menjadi menteri pada Senin (21/10/2024). Rapat paripurna pertama Kabinet Merah Putih akan digelar pada Rabu (23/10/2024). Prabowo telah merencanakan kegiatan orientasi dan pelatihan di Akademi Militer Magelang untuk memberikan dukungan kepada anggota Kabinet dan memperjelas prioritas pemerintah.

Kementerian pada era Prabowo-Gibran terdiri dari tujuh kementerian koordinator dan 41 kementerian sektoral. Jumlah kementerian tersebut lebih banyak dibandingkan dengan peringkat tertinggi kabinet Indonesia yang terdiri dari 34 anggota kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maruf Amin, serta tertinggi sejak kabinet bikameral II Presiden Soekarno (132 anggota kabinet).

18 dari 48 menteri yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Maju bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju. Banyak menteri kabinet Indonesia yang berpangkat tinggi melanjutkan peran mereka di posisi yang sama di Kabinet Merah Putih. Misalnya, Mohamed Tito Karnavian menjadi Menteri Dalam Negeri; Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan; Ario Bimo Nandito Ariotejo dan Menteri Pemuda Olahraga (Menpora).

Beberapa anggota senior kabinet Indonesia mengisi posisi baru di kabinet Merah Putih. Misalnya saja mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Ari Setiadi yang kini menjabat Menteri Koperasi. Pratikno (mensesneg), mantan Menteri Luar Negeri, kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *