Jakarta, Baritasato.com – Menteri Tenaga Kerja (Manicrich) Yasirley mengungkapkan bahwa proses outsourcing atau beralih masih meninggalkan banyak masalah di dunia kerja di Indonesia. Dia mengatakan dia berbicara dengan jurnalis di kompleks DPR/MPR (5/2025) pada hari Senin (5/2025).

Read More : Penampakan Menteri dan Utusan Khusus Presiden Prabowo Kenakan Seragam Loreng di Magelang

Menurut Manikar Yasserley, sistem outsourcing telah menyebabkan berbagai masalah yang berbahaya bagi pekerja. Paling banyak pengadu adalah cara menuju pembawa yang tidak jelas yang bekerja dalam sistem ini.

Bahkan, tidak ada pekerja yang telah berada di masyarakat selama bertahun -tahun, tetapi masih mendapatkan upah rendah.

“Jika kita melihat latihan outsourcing lapangan di lapangan, ada banyak masalah,” kata Manicar Yasserley nada yang mengganggu.

Pernyataan itu kemudian dikaitkan dengan arahan Presiden Pรกbovo Sabenta, yang diajukan ke Hari Buruh Internasional atau Mei 2025.

Pada kesempatan ini, presiden Praba menyatakan keinginannya untuk membatalkan sistem outsourcing.

“Presiden juga memberikan arahan yang jelas untuk membatalkan sistem outsourcing karena dia menghadapi banyak masalah,” kata Yasirley.

Read More : Erick Thohir Bertemu CEO TikTok dan YouTube Bahas Potensi Ekonomi Digital Indonesia Capai Rp 4.500 Triliun

Namun, Yasirley menekankan bahwa pemerintah tidak akan cepat dalam waktu dekat dalam memutuskan atau mengeluarkan aturan baru.

Dia melihat kebijakan kerja, terutama yang terkait dengan outsourcing, harus diambil dengan hati -hati dan banyak pihak harus dimasukkan.

Dijelaskan: โ€œKami tidak bisa terburu -buru

Yasirley menambahkan bahwa pemerintah akan terus melakukan wawancara dengan semua pihak yang terlibat untuk menerapkan kebijakan outsourcing, jika diterapkan, dapat melakukan secara adil dan efisien.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *