Jember, Beritasatu.com – Yayuk Munfaridah, seorang pedagang sayur di Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, Jember, Jawa Timur, tahun ini bisa berangkat haji setelah 20 tahun bersembunyi. Karena kerja kerasnya berhemat dengan berjualan sayur mayur, ia dan suaminya bisa berangkat ke tanah suci.

Read More : KA Kertanegara Anjlok Seusai Tabrak Truk Muatan Pupuk di Kediri

“Kalau saya menyisihkan Rp 20.000 setiap hari, kalau saya kumpulkan lebih banyak, saya beli cincin emas. “Dulu masih murah, saya kumpulkan,” kata Yayu bersemangat saat ditemui di rumahnya di Jember, Senin (13/5/2024).

Keinginan kuat Yayu untuk berangkat haji membuat ia berkeliling kota ke kota menjual sayur mayurnya setiap hari. Meski demikian, ia tidak melupakan tanggung jawabnya sebagai ibu dan istri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saat itu saya menemani kakak laki-laki saya dalam perjalanan, dari sana saya berpikir seperti ada yang menangis ketika pergi ke tanah suci. “Akhirnya dari uang yang saya tabung, saya daftar, dan saya menunggu selama 13 tahun,” imbuhnya.

Yayuk Haji akan masuk pada tanggal 20 Mei 2024 memasuki Surabaya. “Saya bersyukur bisa berangkat tahun ini,” katanya.

Read More : La Liga Spanyol Buka Suara Soal Insiden Rasis yang Dialami Lamine Yamal di Santiago Bernabeu

Kementerian Agama Kabupaten Jember memberangkatkan sekitar 2.700 jamaah haji yang terbagi dalam tujuh kloter dan satu kloter gabungan dari Kabupaten Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *