Jakarta, Beritasatu.com – Sebagian besar bursa Amerika (AS) di Wall Street melemah pada Kamis (9 Mei 2024). Hal ini terjadi ketika investor menjual aset-aset berisiko di tengah kekhawatiran terhadap prospek ekonomi AS, terutama menjelang rilis data ketenagakerjaan utama.
Read More : Tayang di BTV dan IDTV, Jakarta Globe Forum Hadirkan Menhub Bahas Konektivitas
S&P 500 berakhir turun 0,3% pada 5.503,41 pada Jumat (06/09/2024), sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 219,22 poin, atau 0,54%, menjadi 40.755, menurut CNBC International. Di sisi lain, Nasdaq Composite naik 0,25% menjadi ditutup pada 17.127,66 setelah naik 1,2% di sesi pembukaan.
Saham Tesla naik 4,9% setelah pembuat mobil listrik itu mengumumkan rencana untuk meluncurkan perangkat lunak self-driving di Eropa dan China pada awal tahun 2025.
Saham Frontier Communications turun 9,5% setelah Verizon mengumumkan rencana untuk membeli perusahaan tersebut senilai $20 miliar, membuat saham Frontier berada di bawah harga penutupan Rabu (4/9/2024). Saham Verizon turun 0,4%.
โKita berada di tengah ketakutan kecil terhadap pertumbuhan ekonomi,โ kata Arun Sai, ahli strategi multi-aset senior di Pictet Asset Management.
Data ketenagakerjaan AS terbaru pada hari Kamis menunjukkan sinyal beragam mengenai kesehatan dan perekonomian, menimbulkan pertanyaan apakah The Fed tertinggal dalam memangkas suku bunga.
Read More : Momen Seskab Teddy dan Mensos Tinjau Sekolah Rakyat di Bekasi
Data ketenagakerjaan sektor swasta menunjukkan pertumbuhan terlemah sejak tahun 2021, sehingga memicu kekhawatiran akan melambatnya pasar tenaga kerja. Namun, klaim mingguan tunjangan pengangguran turun dibandingkan minggu lalu.
Pasar telah menunjukkan sensitivitas yang tinggi terhadap potensi masalah pertumbuhan dalam beberapa pekan terakhir, termasuk penurunan yang dipicu oleh lemahnya data manufaktur pada Selasa (9/3/2024).